KPK; “Masih Ada Pelaku Lain Terlibat Korupsi Pengadaan e-KTP”

KPK; “Masih Ada Pelaku Lain Terlibat Korupsi Pengadaan e-KTP”
Posted by:

Jakarta, transparansiindonesia.co.id –– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini ada pelaku lain yang terlibat dalam korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Kabar bakal diumumkannya tersangka baru kasus tersebut menjadi tanda bahwa lembaga antirasuah itu tidak akan berhenti mengusut kasus megakorupsi itu.

“Dalam kasus KTP elektronik, memang KPK menduga masih ada pelaku lain yang harus diproses. Dan kami tidak akan berhenti hanya pada pelaku yang sudah diproses selama ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (1/7) malam.

Saat ini, kata dia, KPK intensif memeriksa tersangka Markus Nari dalam perkara tersebut. Pihaknya mendalami keterangan Markus sekaligus mengejar bukti-bukti keteibatan pihak lain. “Baik yang diduga bersama-sama ataupun yang diduga menikmati aliran dana terkait dengan KTP elektronik,” ucap Febri.

Saat ditanya ihwal desas-desus tersangka baru e-KTP bernama Azmin Aulia (adik mantan Mendagri Gamawan Fauzi), Febri enggan mengiyakan informasi tersebut. Menurut dia, publik tak boleh berspekulasi mengenai kasus hukum yang tengah ditangani penyidik.

Di KPK, kata Febri, pengumuman tersangka secara resmi akan disampaikan melalui konferensi pers. Dengan begitu, akan menjadi jelas bahwa kasus yang sedang ditangani sudah sampai pada tahap penyidikan.

“Jika sudah ada penyidikan maka nanti akan kami umumkan secara terbuka. Saya belum bisa mengkonfirmasi (desas-desus soal Azmin) itu,” ujar dia.

Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya membeberkan bakal ada tersangka baru kasus korupsi e-KTP. Tersangka baru itu berasal dari unsur swasta dan pegawai negeri sipil.

Menurut Agus, penetapan tersangka baru tersebut menjadi bagian dari pengembangan kasus e-KTP yang sudah menjerat beberapa orang, dan bahkan ada yang dijadikan terpidana.

Kasus e-KTP disebut-sebut sebagai megakorupsi triliunan rupiah dengan kerugian mencapai Rp2,3 triliun. Adapun korupsi proyek senilai Rp5,9 triliun itu telah menyeret beberapa orang ke penjara. Di antara mereka yaitu Setya Novanto, Irman, Sugiharto, Andi Narogong, dan Made Oka Masagung.

(red)*

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.