Jokowi Tegaskan Anggota Kabinet Jangan Buat Masyarakat Bingung dan Khawatir.

by -178 views

Jakarta/transparansiindonesia – Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada seluruh jajaran kabinet untuk fokus pada tugas masing-masing. Jokowi tidak ingin ada anggota kabinet yang membuat masyarakat bingung dan khawatir. Hal tersebut di sampaikan disampaikan Jokowi dalam rapat kabinet paripurna di istana negara Jakarta, Senin (2/10/2017).

Dalm menyampaikan pesan itu, Jokowi menekankan dirinya adalah kepala negara dan panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Sebagai kepala pemerintahan, sebagai kepala negara, sebagai panglima tertinggi angkatan laut, udara dan darat, saya ingin perintahkan kepada bapak ibu saudara sekalian fokus pada tugas masing-masing.” kata Jokowi.

Hadir dalam rapat tersebut seluruh jajaran menteri kabinet kerja, Panglima TNI Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Baca juga:  Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Buka Suara Terkait Pidato Ketum Gerindra Prabowo Subianto

“Politik harus kondusif, oleh sebab itu jangan bertindak dan bertutur kata yang membuat masyarakat khawatir dan bingung.” ucap Jokowi.

Apabila ada permasalahan antar  kementerian dan lembaga, Jokowi meminta agar hal tersebut diselesaikan secara internal ditingkat kementerian koordinator. Jika masalah belum selesai, maka bisa dibawa kedalam rapat ditingkat Wapres atau Presiden

“Perlu saya ingatkan, tahun 2018 sudah masuk tahun politik, ada Pilkada, ada tahapan Pileg, ada tahapan Pilpres sudah masuk, oleh karena itu, sekali lagi jangan melakukan hal yang menimbulkan kegaduhan, menimbulkan kontroversi, kita bekerja saja.” ujar Jokowi.

Baca juga:  Kemungkinan Sandiaga Kembali Jadi Wagub DKI

“Sekali lagi kita ingin terus menjaga keteduhan, ketentraman, kanyamanan,  serta persatuan diantara kita dan juga di masyarakat.” tambah Jokowi.

Jokowi tak menyebut secara spesifik mengenai kasus tertentu saat menyampaikan arahannya. Namun belakangan terjadi kegaduhan soal pernyataan Panglima TNI, Gatot menyebut adanya institusi non militer yang memesan 5000 pucuk senjata.

Pernyataan Gatot disampaikan secara tertutup dalam pertemuan Panglima TNI dengan para purnawirawan, Jumat (22/9/2017). Namun rekaman pembicaraan tersebut bocor ke media sosial.  (red/TI)