Keluhkan Soal Renovasi Gedung, Ini Kata Warga RW 10 Cakung Jakarta Timur

by -212 views

Jakarta, transparansiindonesia.com – Pelaksanana Renovasi Rusun Griya Tipar Cakung menuai banyak protes. Pekerjaan yang dimulai pada pertengahan bulan Agustus 2017 ini hingga berita ini di turunkan boleh di bilang tidak sesuai apa yang menjadi harapan besar para penghuni.

Dari 10 tower yang ada 8 tower yang menjadi sasaran perbaikan karena sebelumnya perbaikan gedung sudah dilakukan di 2 tower paling belakang.

Dalam proses pengerjaan mulai dari pembongkaran dinding kamar mandi hingga penggantian pipa bagian luar benar-benar membuat sebagian besar warga teriak dan protes.

Keluhan bertubi-tubi datang pertama kepada pengurus RT setempat hingga Ketua RW bahkan ada yang sampai datang langsung ke Kantor Pengelolah.

Warga yang sempat kesal karena klosetnya di bongkar hingga memakan waktu sebulan tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara dalam kesehatian khususnya hal yang paling berat yaitu soal MCK.

“Pagi-pagi kami harus buang air besar dank kecil numpang sama tetangga,mau sampe kapan?? Demikian ungkap salah satu warga yang hingga saat ini kamar mandinya belum selesai dikerjakan.

Baca juga:  Pewarna : Era New Normal Pasca Covid-19 Memberi Pelajaran Komunikasi Publik Hadapi Krisis

Bahkan yang terparah ada unit yang rumahnya sudah dibongkar klosetnya dan hingga saat ini belum diperbaiki sama sekali mengalami hal yang sangat tidak nyaman dikarenakan luapan air kotoran manusia yang keluar melalui pipa yang bakal buat kloset nanti.

Ketua RW 10 Tommy Turangan SH yang belum lama ini terpilih sebagai Ketua RW 10 Kecamatan Cakung Barat tak jarang marah dan protes kepada pihak kontraktor karena diketahui beliau sendiri banyak didatangi oleh warga meminta agar proses perbaikan gedung ini jangan sampai menyensarakan penghuni.

Dari hasiln pantaun awak media masalah yang banyak ditemui adanya perbaikan pipa air kotor yang mengakibatkan banyaknya pipa air bersih yang rusak sehingga banyak air yang tertumpah dari lantai atas yang menyebabkan banjir lantai dasar. Tak hanya itu berapa banyak saja kerugian yang harus ditanggung penghuni karena air yang tak terpakai harus terbuang percuma.

Baca juga:  Tarik Ulur Otsus Papua

Adanya komplain yang kurang tanggap dari pihak manfor pun sering dikeluhkan warga hingga ada segelintingan bahasa kalo gak ada duit gak diperhatiin. Walaupun mungkin senenarnya bukan seperti itu. Hal ini bisa jafi terucap untuk meluapkan kekesalan warga yang renovasinya belum selesai hingga memakan waktu sampai 1 bulan.
Terkait hal ini seharusnya pihak pelaksana proyek lebih banyak memperhatikan hal-hal apa yang menjadi hambatan dalam proses perbaikan gedung pemerintah ini.

Salah satu pengurus RT pun berkesah soal adanya sampah atau puing-puing yang dibiarkan begitu saja hingga saat ini tidak ada pihak yang bertanggung jawab untuk membersihkan puing-puing tersebut yang jelas sangat menggangu aktifitas warga pada umumnya.

Harapan besar warga RW 10 agar pihak-pihak terkait renovasi ini dengan cepat menanggapi apa yang sebenarnya terjadi di lingkungan RW 10 terkait renovasi gedung yang ada. (HK/TI)