Sandi Uno Angkat Rustam Efenddy Jadi Staf Khusus, Mantan Walikota Yang Pernah Berseteru Dengan Ahok

by -202 views

  Jakarta/transparansiindonesia.com – Wakil Gubernur DKIJakarta Sandiaga Uno mengangkat Rustam Effendi sebagai staf khusus yang menangani layanan masyarakat bidang pengaduan.

Rustam Effendi merupakan mantan Wali Kota Jakarta Utara yang pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kemudian mengundurkan diri karena dianggap sering berseteru dengan Ahok.

Sandiaga menjelaskan pengangkatan Rustam untuk mempercepat aduan masyarakat agar dapat ditangani dan dapat segera dicari solusinya.

“Pak Rustam yang mulai Senin ini akan aktif mendampingi saya sebagai staf khusus untuk membidangi banyak sekali pengaduan masyarakat,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/11).

Ia merasa saat ini banyak warga yang bolak-balik tiga sampai empat kali ke Balai Kota hanya untuk mengadu keluhannya. Sehingga pengangkatan Rustam ini sangat tepat karena sudah berpengalaman dalam hal melayani warga.

“Pak Rustam sangat berpengalaman, sudah meniti karirnya dari awal di DKI dan butuh percepatan untuk penanganan layanan masyarakat, pengaduan seperti ini,” ujarnya.

Baca juga:  Jelang HUT Bhayangkara 74, Kabaharkam Polri: Teruslah Berbuat Baik

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat masih menjabat pernah menyebut Rustam Effendi sebagai pendukung Yusril Ihza Mahendra dalam Pilkada DKI Jakarta karena tidak menyegerakan penggusuran di kawasan Jakarta Utara.

Tidak hanya itu, Rustam disebut oleh Ahok sebagai anggota geng golf, sebuah kelompok pejabat Eselon I dan II DKI yang hobi bermain golf.

Rustam saat itu membantah mendukung Yusril di Pilgub DKI Jakarta. Ahok geram lantaran Rustam tidak mengerjakan perintah Ahok untuk merelokasi warga di bawah kolong tol Ancol, Jakarta Utara.

“Saya nyatakan bahwa tuduhan saya bersekutu dengan Pak Yusril adalah tidak benar,” ujar Rustam melalui postingan di akun Facebook miliknya, Sabtu (23/4/2016).

Saat itu, Rustam mengatakan mundur dari jabatan Wali Kota Jakarta Utara karena mengaku telah bekerja tak maksimal atau sama seperti yang disampaikan oleh Ahok. Meski mundur dari jabatan Walikota Jakarta Utara, Rustam tetap terdaftar sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI.

Baca juga:  Pemerintah Jaring Generasi Terbaik Untuk Birokrasi, dalam Rekrutmen CPNS 2017

“Intinya menurut saya apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur (Ahok) itu, Pak Gubernur menilai kinerja saya masih kurang. Nah, kalau sebagai bawahan dinilai atasan kinerjanya masih kurang, saya berpikir ya sudah saya mengundurkan diri saja,” kata Rustam.

Pada Jumat 22 April 2016, Ahok menegur Rustam dalam rapat penanganan banjir. Mulanya, Ahok mendengar laporan jajaran Dinas Tata Air yang mengeluhkan kesulitan menormalisasi saluran air di kolong Tol Ancol, Penjaringan, karena banyaknya permukiman liar.

Mendengar keluhan Dinas Tata air, Ahok menegur Rustam yang menurutnya lambat melakukan penertiban. Padahal, perintah untuk menormalisasi saluran air di kolong Tol Ancol sudah diberikan sejak tahun lalu.

“Duh Pak Wali Kota ini, saya selalu bilang begini Pak Wali, Pak Wali, kalau saya suruh usir orang itu wah ngelesnya. Jangan-jangan satu pihak sama Yusril ini?” kata Ahok.  (red/TI)