Survei Tempatkan Elektabilitas Jokowi Teratas, Siapa Berani Lawan Jokowi..??

by -321 views

  Jakarta/transparansiindonesia.com – Selamat malam Batfans! Sudah banyak survei dari lembaga survei yang menempatkan Jokowi teratas dalam elektabilitas. Jokowi sangat sulit dikalahkan, memajukan Prabowo sebagai lawan justru akan melenggangkan Jokowi menuju 2 periode. Jadi siapa yang berani lawan Jokowi?

Segudang prestasi mentereng, pembangunan nyata hingga ke pelosok daerah. Siapa yang menyangka Presiden dengan wajah ndeso ini mampu bercokol kuat meski digoyang sana-sini. Awal kepemimpinannya penuh cobaan dan tantangan, ia digadang-gadang tidak akan lama menjadi Presiden. Peramal-peramal tiap tahun meramalkan kejatuhannya. Kata tahun ini, lalu tahun ini dan tahun ini.

Tiga tahun kepemimpinan Jokowi, menunjukan negera ini mulai berlayar ke arah yang benar. Survei kepuasan mencapai 70% lebih, survei elektabilitas selalu menempatkan Jokowi teratas. Ia sudah teruji selama ini, buat apa pilih yang lain, mau Indonesia seperti Tanah Abang?

Lembaga survei termasuk KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) masih menempatkan Jokowi teratas dan mampu dua periode. Menurut hasil survei KedaiKOPI yang bisa dilihat di www.kedaikopi.co Jokowi hanya kalah bila melawan kotak kosong atau pilihan jawaban Selain Jokowi.

“Tapi ya itu tadi, dalam pilihan Selain Jokowi tidak hanya berisi nama tunggal melainkan banyak nama,” ujar Pengamat Komunikasi Universitas Paramadina Hendri Satrio kepada Tribunnews.com.

Sulitnya mencari penantang Jokowi membuat para lembaga survei meneliti lebih jauh mengenai kriteria sebelum nama. Kital lihat, apa sih yang membuat sebuah negara dapat menjalankan demokrasi dengan baik?

Menurut Jack Snyder, sebuah negara akan mulus melaksanakan demokrasi bila terpenuhi 3 hal utama, yaitu negara tersebut memiliki ekonomi merata, memiliki kedewasan politik dan pelaksanaan hukum yang adil.

Baca juga:  Said Tasyim Optimis Mengawal Kemenangan Prabowo- Sandiaga di Sulut

Tiga sisi ini masih lemah di Indonesia, kita bisa lihat bagaimana Pilkada DKI berakhir. Sukah tidak suka, tiga faktor diatas adalah penyebabnya. Ekonomi tidak merata, belum dewasa berpolitik dan hukum yang tidak adil.

Ekonomi di Jakarta memang timpang, tidak merata. Kesenjangan begitu besar antara yang kaya dan yang miskin. Warga Jakarta masih belum dewasa dalam berpolitik terlihat dari bukan program dan kinerja yang menjadi tolak ukur. Dan persoalan hukum, kita lihat saja kasus Ahok dimana dia langsung ditahan sementara Buni Yani walau divonis bersalah. namun tidak langsung ditahan.

Pekerjaan rumah untuk Jokowi adalah masalah ekonomi, meski terjadi peningkatan tapi ekonomi Indonesia belum pulih dari kerusakan parah sebelumnya. Toleransi kini menjadi masalah dan persoalan hukum terus membayangi nilai Jokowi di mata pemilik suara.

Secara kasat mata atau di atas kertas, Jokowi unggulan, sulit mencari lawan tandingnya tapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Lantas Siapa Mampu Mengalahkan Jokowi?

Jangankan bicara siapa yang mampu mengalahkan Jokowi, mencari siapa yang mampu mengimbangi Jokowi saat ini saja sulit.

Nama-nama yang beredar saat ini belum cukup mampu menandingi Jokowi bila pemilihan Presiden dilakukan saat tulisan ini dibuat. Nama Prabowo memang mentereng teratas sebagai penantang Jokowi.

Tapi bila Prabowo memaksakan diri untuk maju ke kancah pilpres 2019, ini sama saja dengan mengizinkan Jokowi langsung lanjut 2 periode.

Baca juga:  10 Kepala Daerah se-Sumatera Barat, Dekalrasikan Diri Dukung Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019

Jika melihat dari sisi kriteria Capres yang mampu menandingi Jokowi maka ia harus memiliki program ekonomi yang mampu mengangkat daya beli masyarakat, mampu mengangkat nilai toleransi masyarakat dan mampu membuat semua warga negara sama posisi di mata hukum.

Nah pertanyaannya siapa tokoh yang memiliki kriteria diatas dan diunggulkan maju untuk menghadapi Jokowi? Hingga saat ini jawabannya belum tahu. Sama seperti jomblo yang datang resepsi pernikahan sang mantan lalu ditanya oleh temannya. “Kapan?”…”Hehe, belum tahu”.

Kalau dilihat dari tokoh-tokoh yang muncul saat ini, rasanya tidak ada yang terbukti memiliki kriteria seperti diatas tadi. Prabowo? Rasanya Prabowo pun tidak memiliki kriteria diatas.

Nama-nama lain juga masih terlalu baru, Anies memang sempat naik elektabilitasnya namun saya rasa kebijakan-kebijakan anehnya di Jakarta akan menggerus elektabilitasnya yang naik karena baru dilantik kemarin.

Apakah Om Batman bisa menandingi Jokowi? Saya coba menggunakan kriteria tingkat kegantengan. Mungkin saja warga Indonesia bosan melihat Presiden wajah ndeso. Lalu saya survei internal, siapa yang paling ganteng. Hasilnya?

Bahkan untuk kriteria siapa yang paling ganteng pun Om Batman kalah telak. Memang Pak Jokowi sulit ditandingi, namun tentu kubu Jokowi dan para pendukungnya tidak boleh lengah sedikitpun. Lawan Jokowi terus mencoba melemparkan berbagai macam isu, sampai urusan ada yang ditolak masuk Hongkong pun jadi salah Jokowi.  (red/TI)*

 

sumber/seword.com