BNNK Toraja Ringkus Tujuh Pelaku Narkotika

by -203 views

RANTEPAO, TRANSPARANSIINDONESIA.COM — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja berhasil meringkus tujuh pelaku penyalahgunaan narkotika golongan satu jenis shabu di kota Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan pada Kamis (29/3/2018) sekitar pukul 18.45 Wita.

Dalam rilis pers yang diterima dari Kepala BNNK Tana Toraja, AKBP Dewi Tonglo pada Selasa (3/4/2018) diketahui bahwa seorang diantaranya yang ditangkap (YR) berprofesi sebagai wartawan online lokal Toraja. Sementara enam orang lainnya  masing-masing adalah AS, YP, UD, IT, RR dan AP. YR adalah orang pertama yang diamankan oleh petugas BNNK Tana Toraja.

Kejadian bermula ketika petugas BNNK Tana Toraja mengendus adanya aktivitas mencurigakan di rumah indekos YR. YR diamankan di rumah kostnya di Jl. S Parman kota Rantepao saat ia akan berangkat liburan ke kota Makassar bersama keluarganya.

“Terungkapnya kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa salah satu rumah kos di Jl. S Parman sering terjadi penyalahgunaan narkotika golongan satu jenis shabu. Petugas BNNK Tana Toraja yang di buck-up anggota Kodim 1414 Tana Toraja melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap YR saat bersiap-siap ke Makassar,” kata Dewi Tonglo, Selasa (3/4/2018).

Baca juga:  Bagikan Vitamin Dan Susu Kepada Para Relawan Covid-19, Yuliastin Berharap Semua Tetap Semangat Menjalankan Tugas

Menurutnya bahwa pada saat penangkapan sedang berlangsung, pihaknya melakukan tes urine terhadap YR dan hasilnya positif mengandung zat terlarang methampetamine. Berdasarkan petunjuk tersebut, selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar kos milik YR.

“Petugas berhasil menemukan satu sachet plastik shabu yang siap dikonsumsi yang disimpan di bawah kardus, alat hisap, serta satu unit handphone. Setelah itu, dilakukan interogasi terhadap YR, ia mengakui mengkonsumsi shabu di kamar kos bersama temannya AS,” ungkapnya.

Petugas BNNK terus melakukan pengembangan terhadap tsk AS, dan setelah dilakukan surveilance selama dua hari maka pada hari Sabtu (31/3) berhasil diamankan tsk AS dan tsk YP yang sedang bertransaksi di salah satu warung bakso di Malangngo kota Rantepao.

“Dari tangan AS diamankan dua sachet shabu dan satu unit handphone. Sementara dari tangan YP diamankan uang sejumlah Rp4.172.000. Selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap rumah tsk YP, dimana di dalam kamar YP ditemukan lima sachet kosong bekas sabu, satu jarum suntik serta satu sendok sabu,” ujarnya.

Baca juga:  Peringatan Hari Ibu Bersama Presiden Jokowi Lima Menteri Perempuan Bacakan Puisi Pesan Ibu Bangsa

Pada saat dilakukan penggeledahan juga diamankan 4 orang lainnya yakni UD, IT, RR, AP dengan barang bukti masing-masing.

“Di kamar IT dan RR serta AP ditemukan shabu seberat 1,12 gram, dua sachet bekas shabu, tiga buah bong, lima buah pireks dan dua buah korek api. Sedangkan di kamar tsk UD ditemukan shabu seberat 0,23 gram, satu sendok shabu, dua sumbu pembakar shabu dan satu korek api,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan marathon selama beberapa hari, pihak BNNK Tana Toraja  akhirnya meningkatkan status para pelaku ke tahap penyidikan karena dianggap masing-masing cukup bukti untuk ditingkatkan statusnya.

“Atas perbuatannya para pelaku diancam dengan pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) ), pasal 127 ayat (1) huruf a, pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor  35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman minimal 4 tahun penjara,” tandasnya.(red/TI)

 

 

Sumber : (Tim PWRI Toraja)