Deteksi Kanker Mulut Rahin Sejak Dini , FCP Gelar Road Show Untuk Lakukan Tes IVA Di Kelurahan Cakung Barat

by -304 views
Kegiatan Mini Lokakarya bersama Puskes Kec. Cakung Jakarta Timur
Kegiatan Mini Lokakarya bersama Puskes Kec. Cakung Jakarta Timur

Jakarta, transparansiindonesia.com – selama kurang lebih satu bulan sejak Maret akhir hingga pertengahan April 2018, FCP ( Female Cancer Program) yang di kelolah langsung oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Program dibawah FKUI yang bergerak untuk melawan kanker serviks dengan deteksi dini.
Deteksi dini kanker tersebut melalui tes IVA, seperti penjelasan yang diberikan oleh Dr. Nessha lewat percakapan dengan awak media transparansiindonesia.com melalui WA pada Selasa(17/04

IVA ( Inspeksi Visual Asam asetat ) adalah pemeriksaan leher rahim ( serviks ) dengan cara melihat langsung ( dengan mata telanjang ) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sapai dengan 5%. Dengan cara ini kita dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin.

Kita mungkin telah mengetahui pengertian inspeksi visual dengan asam asetat atau yang biasa di singkat IVA dari percakapan dengan teman dan sebagainya.

Pelaksanaan Tes IVA di RW 10 Kel Cakung Barat

Dalam kegiatan road show mengenai tes IVA ini khususnya di Cakung Barat dibentuklah tim khusus yang bertugas untuk turun ke lapangan dalam rangka BuCeKas ( Bulan Cegah Kanker Servik).

Wilayah Cakung Barat khususnya diambil sebagai wilayah percontohan untuk BuCeKas. Dibantu para Dokter dan Bidan yang sudah dilatih secara khusus untuk melakukan tes IVA tersebut.

Baca juga:  Kapolri: Akhir Agustus Warga Jawa Timur Terima Hadiah Herd Immunity

Diketahui Bucekas ini di Ketuai oleh Dr. Laila dari RSCM. Beliau sangat peduli dengan keberadaan perempuan Indonesia yang saat ini tingkat kematian karena kanker Serviks semakin meningkat.

Dibantu oleh para Medis yang ikut terjun ke lapangan guna menjangkau para perempuan yang ada.
Dalam sebuah sumber menjelaskan bahwa Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatife dari pap smear karena biasanya lebih murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi. Pada pemeriksaan ini, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel.

Serviks yang diberi larutan asam asetat 5% akan merespon lebih cepat daripada larutan 3%. Efek akan menghilang sekitar 50-60 detik sehingga dengan pemberian asam asetat akan didapat hasil gambaran serviks yang normal (merah homogen) dan bercak putih (displasia).

Baca juga:  Kapolsekta Ciledug Bersama Aiptu Nawawi Memasang Stiker Untuk Segera Melakukan Swab Buat Warga Yang Baru Kembali Dari Mudik

Hingga saat ini dari hasil yg dicapai melalui pemeriksaan IVA terdapat kurang lebih 1.300 orang para perwmpuan yang sudah ambil bagian melakukan tes IVA khususnya di Kelurahan Cakung Barat Jakarta Timur.
Kurangnya pemahaman para ibu mengenai IVA membuat langkah agak sedikit terhalang.
Dalam tahapan rapat evaluasi yang sudah dilakukan oleh tim yang menghadirkan para kader yang ada dari RW 01 – RW 010, berbagai macam kendala yang ditemui di lapangan.
Contoh : adanya sang ibu merasa takut, merasa malu bahkan muncul alasan tidak mendapat ijin dari suami.

Adanya berbagai macam alasan tersebut kadang membuat rasa prihatin dari para petugas kesehatan khusus pada pelaksanaan Tes IVA kali ini.
Namun hal itu tak menyurutkan niat para pemerhati Kanker Serviks. Mereka terus dengan giat melakukan tugas yang sangat mulia ini.
Dengan berharap semoga dengan pengenalan IVA lebih lanjut akan semakin banyak yang sadar akan bahaya Kanker Serviks.

(LsL/TI)