Rencana Induk TIK Toraja Utara 2019-2023 Mulai Digodok

by -212 views

SULSEL, TRANSPARANSIINDONESIA.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara, Drs. Rede Roni Bare, M.Pd menyampaikan pentingnya saat ini Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menerapkan sistem terintegrasi dalam manajemen organisasi, proses kerja yang dinamis serta peningkatan kualitas layanan publik.

Salah satu hal mendasar untuk segera dilakukan penataan yaitu kebutuhan dan ketersediaan data – data sektoral serta informasi daerah yang real time, valid, dan dapat diakses kapanpun serta dimanapun, baik untuk kepentingan pengambilan kebijakan pimpinan maupun untuk kebutuhan informasi publik.

Untuk mengakomodir hal tersebut, Pemerintah daerah sudah harus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi.

Hal tersebut disampaikan Rede Roni didepan peserta Seminar Tata Kelola E-Government yang diselenggarakan oleh Diskominfo SP Toraja Utara di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Kamis, (26/04/2018).

“Melalui terapan sistem e-government  di pemerintahan data – data parsial yang dikelola oleh masing – masing perangkat daerah dapat diintegrasikan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang lebih akurat, cepat dan efisien,” jelas Penjabat Setda.

Baca juga:  Bupati Torut; "Tak Ada Wisata Halal, Tapi Wisata Berstandar Nasional"

Ketersediaan data-data informatif yang terintegrasi dalam sistem e-government, lanjutnya juga akan menunjang efektifitas sebaran informasi kepada khalayak luas menyangkut promosi potensi unggulan di Kabupaten Toraja Utara.

“Penerapan E- Government akan mendukung dan memperkuat aspek promosi potensi Kabupaten Toraja Utara, khususnya disektor Pariwisata, produk Kopi, Kuliner, Tenun, dan potensi yang lainnya melalui penyajian data eleketronik yang akurat kepada masyarakat yang membutuhkan “. kuncinya.

Kepala Diskominfo SP Drs. Fitra, M.Adm.Pemb dalam laporannya menyampaikan bahwa pokok pikiran yang mendasari diselenggarakannya seminar tata kelola e-government yaitu menyikapi tuntutan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.  Untuk itu pemerintah daerah perlu memiliki sistematika rencana pengembangan e-government yang akan menjadi dasar kebijakan nantinya baik dalam hal pembentukan regulasi dan dukungan fiskal bidang TIK.

“Seminar e-government ini selenggarakan didasari atas kebutuhan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk memodernisasikan sistem kerja pemerintahan yang akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas kinerja birokrasi sekaligus memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Seminar ini akan menjadi dasar dalam penyusunan dan menetapkan dokumen rencana induk pengembangan teknologi komunikasi yang akan mengakomodir kebutuhan dan kepentingan semua perangkat daerah”. jelasnya.

Baca juga:  Toraja Transparansi Pertanyakan Status 5 Tersangka Kasus Bandara Buntu Kuni Mengkendek

Sementara itu, Firdaus Masyhur, S.Kom, MTI, perwakilan Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kemkominfo yang menjadi Narasumber dalam seminar ini memaparkan bahwa untuk membangun dan mengembangakan sistem e-government di daerah diperlukan strategi dan kebijakan yang terarah sesuai dengan kebutuhan daerah sehingga pemanfaatan TIK dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dapat mencapai tujuannya, yaitu efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas.

Seminar yang diikuti oleh para Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, para Kepala OPD, Camat dan pejabat lainnya dilingkup pemerintah Kabupaten Toraja merupakan langkah awal penyusunan dokumen rencana induk pengembangan e-government di Kabupaten Toraja Utara tahun 2019 – 2023. □

[Siaran pers humas Torut]