Galian C di Bilah Hulu, Belum Punya Ijin Sudah Beroperasi

by -270 views

Labuhanbatu (Sumut), transparansiindonesia.com -Keberadaan beberapa galian c dan perusahaan pembuat bantalan rel Kereta Api di Labuhanbatu hingga saat ini diduga masih ilegal. Pasalnya, pihak pemilik hingga kini belum mengantongi perijinan yang dibutuhkan.

Seperti, usaha Galian C jenis tanah urug di belakang salah satu hotel di Aek Nabara dan PT TBA di Bulu Cina Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu yang akan memproduksi bantalan rel Kereta Api.

Pemilik galian C di Aek Nabara bermarga Sialagan menjawab wartawan terkait usaha galian c miliknya yang sudah beroperasi menyebutkan, ” ijin galian kita sedang diurus lae” jawabnya.

Sialagan juga mengakui, walau belum kantongi ijin resmi, namun usaha galian c nya sudah berjalan dan menjual tanah urug kepada konsumen.”kita menjual tanah timbun kepada yang membutuhkan” jelas Sialagan

Baca juga:  Dipertanyakan,, Dasar Pemikiran Pengadaan Seragam Sekolah, Dijadikan Satu Paket Pengerjaan

Sedangkan karyawan PT TBA yang ditemui wartawan di komplex perusahaan itu menyebutkan, ” Kalau masalah perijinan saya tidak tahu, tanyakan saja langsung kepada Direkturnya, Bos saat ini masih diluar kota, saya disini hanya karyawan yang bertugas mengurusi logistik” jawab Nanang yang mengaku karyawan perusahaan itu.

Ketika ditanyakan masalah papan merk perusahaannya dimana dipajang, Nanang menerangkan, belum dipasang, karena belum beroperasi, menunggu perintah bos, katanya.

Ditempat terpisah, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Pemkab Labuhanbatu, H Paruhum Daulay menjawab wartawan mengatakan, Jumat,(4/5/2018)” Sebelum mendirikan atau memproduksi satu produk, perusahaan wajib mengantongi IMB dan ijin lingkungan maupun ijin lalu lintas, walaupun belum berproduksi” paparnya.

Baca juga:  Tidak Terawat, Rumput Liar Tumbuh Subur di Dalam Stadion Binaraga Rantauprapat

Diterangkannya, pihak perijinan dalam waktu dekat akan kelokasi dimaksud melakukan cros cek, kalau benar belum melengkapi ijin, akan kita minta Sat Pol PP untuk melakukan action” ucap Daulay.

“Kita tidak akan membiarkan ada perusahaan apapun yang beroperasi tanpa ijin. Setiap perusahaan kan memilki kewajiban bayar pajak, kalau tidak punya ijin, bagaimana bayar pajaknya” jelas Daulay.

(AM/TI)*