Menindak Lanjuti Instruksi Kalpolru, AKBP Frido Situmorang Sidak Ke Pasar Glugur Rantauprapat

by -193 views

Labuhanbatu (Sumut), Transparansi Indonesia.com – Menindak lanjuti instruksi dari Kapolri dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2018, Kapolres bersama tim gabungan dari pemkab Labuhanbatu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Gelugur Rantauprapat, Kamis (7/6/2018) pagi.

Disaat sidak ke pasar Glugur, team belum menemukan adanya kelangkaan bahan pangan.” Harga bahan pangan masih wajar, belum ditemukan adanya kenaikan yang signipikan maupun kelangkaan barang barang kebutuhan masyarakat” ujar AKBP Frido Situmorang.

Namun, dipasar modren itu, team gabungan menemukan daging sapi dan daging ayam tidak layak konsumsi.

Baca juga:  Plt Bupati Labuhanbatu Serahkan Alat Gotong-royong

Mendapat temuan tersebut, AKBP Frido Situmorang SIK SH, selaku ketua tim langsung memerintahkan kepada pedagang yang menjual daging sapi dan daging ayam tidak layak konsumsi, menarik barang dagangannya.

Selain memerintahkan penarikan, Kapolres juga memerintahkan kepada instansi terkait mengambil “daging kadaluarsa” itu, untuk selanjutnya dimusnahkan. “Daging kadaluarsa itu berbahaya bagi kesehatan”, ucap Frido.

Disebutkannya, dua jenis daging kadaluarsa itu, sudah berubah warna, berbau busuk walau sudah didinginkan dalam mesin pendingin (kulkas).

Dijelaskannya, untuk tahap awal pedagang yang menjual daging kadaluarsa itu, cukup diberi peringatan. Namun bila melakukan hal yang sama, petugas tidak segan-segan mengambil tindakan tegas.

Baca juga:  Syarat untuk Naik Pangkat, 51 Personil Polres Madina Ujian Beladiri Polri

Kapolres menambahkan, razia akan dilakukan setiap saat. Guna menciptakan rasa nyaman warga dan mencegah kemungkinan warga masyarakat mengkonsumsi daging busuk yang dapat menganggu kesehatan.

Kegiatan sidak ke Pasar Gelugur Rantauprapat ini, mendapat apresiasi dari masyarakat. “Syukur pak kapolres dan bupati peduli dengan warganya. Kalau kami sebagai masyarakat, tidak mengetahui secara pasti mana dagang yang layak konsumsi dan tidak layak”, ucap Lina yang ditemui saat berbelanja (AM)