Seperti Rumah Hantu, Turangan Minta Pengadaan Fasilitas Radio Unsrat Perlu Diusut

by -221 views

Manado, transparansiindonesia.com — Menyedot anggaran fantastis, pengadaan fasilitas Radio Siaran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tidak sesuai dengan ekspektasi publik, terutama mahasiswa. Pasalnya, dengan anggaran tersebut tak membuat stasiun atau kantor Radio Unsrat ini terawat dengan baik. Kamis (5/7/2018) berdasarkan pantauan di lokasi, ruangan Stasiun Radio seperti rumah hantu.

Rumah tak berpenghuni, Stasiun Radio yang menjadi tempat penyiaran digembok. Bahkan ironisnya, menurut penuturan salah satu petugas yang ditemui menyebutkan hanya Drs Hesky Kolibu, Jubir Unsrat yang memegang kunci ruangan tersebut.

‘’Ini Radio Unsrat, tapi tidak maksimal. Harusnya di FISIP karena ada jurusan Komunikasi, tapi entah kenapa di taruh di lap MIPA ini?. Memang tidak terurus, hanya Mner Hesky Kolibu yang pegang kuncinya, jarang-jarang dibuka memang,’’ ujar petugas tersebut sambil mengantar wartawan media ini mengecek ruangan Stasiun Radio Unsrat.

Baca juga:  KPK Jadikan Bansos Manado Sebagai Pilot Project Di Indonesia

Di tempat terpisah, Tommy Turangan SH, selaku Ketua Umum (Ketum) Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) yang juga alumni Fakultas Hukum Unsrat Manado menduga pengerjaan proyek di tahun 2016 itu tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi yang ada. Atas alasan itu, Turangan juga mempertanyakan biaya perawatan dan peruntukan proyek yang dibangun.

‘’Kalau situasinya baru di tahun 2018 sudah tidak terawat dan bahkan ruangan Stasiun Radio itu tidak dipergunakan, maka proyek tersebut wajib diusut. Jangan main-main dengan anggaran publik. Kami mendesak Rektor Unsrat mempertanggungjawabkan ini, AMTI menduga ada yang tidak beres. Selain itu, biaya perawatan apakah tidak ada?, kalau kemudian proyek ini tak ada gunanya alias mubazir, mestinya tidak dianggarkan sejak awal,’’ tegas Turangan.

Baca juga:  'Mari jo Ba Kobong', GSVL ajak Warga Manfaatkan Lahan Tidur

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui saluran telfon kepada Jubir Unsrat Drs Hesky Kolibu yang disebut-sebut terlibat pada proyek tersebut, Kamis (5/7/2018) malam ini, tidak memberikan tanggapan. Dihubungi beberapa kali melalui nomor Handphone 0811438xxx pun Hesky tidak menjawab telfon.

(red/TI)*