Ikuti Kegiatan TIFF 2018, KKK Raih Penghargaan ‘Grand Champion’

by -250 views

Sulut, transparansiindonesia.com – Festival Bunga Tomohon Internasional ke 8, telah berakhir dengan sukses dibawah komando Ny. Coreta Kapoyos, selaku Ketua Umum Panitia, dan merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Tomohon, Walikota Jimmy Eman, beserta jajarannya.

Antusiasme masyarakat luas yang berdatangan dari berbagai daerah luar Sulawesi Utara (SULUT), bahkan beberapa negara-negara sahabat tampak tumpah ruah sepanjang pekan 6-12 Agustus 2018.

Event utama festival ini, yaitu pada tanggal 8 Agustus 2018, menampilkan 39 Float kendaraan hias yang diikuti berbagai lembaga pemerintah, swasta bahkan manca negara.
Di Tournament of Flower ini, Kerukunan Keluarga Kawanua dibawah Kepemimpinan Ketua Umumnya Angelica Tengker, berhasil memperoleh penghargaan tertinggi yaitu: “GRAND CHAMPION on TOURNAMENT OF FLOWER TIFF 2018”.

KKK menyampaikan terima kasih kepada Bapak Walikota Tomohon, Bapak Jimmy Eman, dan kepada Panitia Pelaksana yang sudah memberikan kesempatan kepada KKK untuk ikut serta dalam acara akbar ini.

“Bersyukur atas anugerah Tuhan, dan penghargaan kepada tim yang telah mewujudkan tema menjadi sebuah karya yang indah. Melalui karya ini KKK ingin mengajak warga Kawanua, yaitu Tou Minahasa yang berdiaspora untuk mengisi pembangunan di tanah leluhur, Sulawesi Utara,” ungkap Angelica Tengker.

KKK sebagai wadah warga Kawanua baru saja menggelar GEBYAR 45 TAHUN KKK MENGABDI, akhir Mei 2018 yang lalu di Jakarta Convention Centre, dalam memperingati 45 tahun organisasi KKK berkiprah.

Baca juga:  Gelar CleanUp Day, Angelica Tengker Ajak Masyarakat Bersih-bersih

Dan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan di bulan Agustus ini, semakin mendorong rasa patriotisme untuk dapat terus melayani dan turut ambil bagian dalam membangun bangsa yang kuat melalui berbagai kegiatan Kawanua di berbagai daerah dan berkontribusi mendukung pemerintah di Sulawesi Utara.

Ketua Umum KKK Angelica Tengker, menyampaikan keikut sertaan dalam Tornament of Flower (ToF), adalah salah satu upaya KKK turut mendukung pemerintah Kota Tomohon. Mengusung tema yang bermuatan kearifan lokal yang berwawasan global, yaitu “pelestarian alam dan budaya”.

KKK, ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat luas agar menjaga dan melestatikan alam dan budaya di Sulawesi Utara.

Sulawesi Utara memiliki keindahan alam yang luar biasa dan menjadi andalan pariwisata.

Kegiatan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2018 ini harus disambut positif terlebih sudah merupakan ajang internasional, ditandai dengan partisipasi dan kehadiran beberapa Duta Besar & Perwakilan negara sahabat dan ajang yang tepat memperkenalkan keindahan Sulawesi Utara khususnya kota Tomohon kepada dunia, untuk lebih menarik turis mancanegara maupun peluang investasi.

Oleh sebab itu, pada kesempatan ini KKK menampilkan kendaraan hias dengan mengusung beragam issu plestarian kebudayaan, lingkungan hidup, yang dirangkaikan secara tematis:

*Burung Manguni*; sebagai icon/ tema utama di mana dalam kebudayaan Minahasa burung Manguni merupakan simbol berhikmad yang mengenal dan menguasai tanda-tanda alam. Melalui rangkaian bunga-bunga khas Tomohon dengan bentuk burung Manguni yang sayapnya merangkul dan memeluk alam (melindungi), mengingatkan kita tentang kehidupan manusia yang senantiasa menyatu dengan alam sekitar sehingga perlu dirawat dan dilestarikan.
– Taman Laut Bunaken; dengan menampilkan keindahan bawah laut yang tersohor di dunia dan sudah menjadi icon pariwisata Sulut.
– Relief Batu Pinawetengan; yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya para leluhur Minahasa untuk mengadakan pembagian wilayah adat menjadi 9 Sub-Etnis yang dikenal dengan Pakasaan, mengingatkan asal usul adat budaya Minahasa
– Yaki; yang merupakan salah satu hewan langka dan yang dilindungi, maka dikampanyekan Save Yaki untuk melindungi dari kepunahan
– Penampilan Bunga khas Tomohon; bunga krisan dan anggrek payus sebagai tanda bahwa Tomohon adalah Kota Bunga Sulawesi Utara.

Baca juga:  Koperasi PMT Bersama KKK Dukung Potensi Petani Tomohon

Juga turut ambil bagian Nyong Noni Kawanua 2018 serta Putra Putri Pariwisata Kawanua 2018 yang mengenakan baju adat baniang, busana batik Sizzy Matindas serta busana Kabasaran.
KKK juga ambil bagian dalam Fashion Carnival. Putri Pariwisata Kawanua, Karen Valentine memeragakan kostum Burung Manguni (tema yang sama) berwarna emas yang berhiaskan bunga2.

Melalui Kendaraan Hias dan Kostum Karnaval, KKK mengajak masyarakat luas untuk menjaga dan melestarikan alam Sulawesi Utara serta nilai-nilai luhur budaya Minahasa serta mengajak semua warga Kawanua di manapun untuk secara aktif mempromosikan Sulawesi Utara.

(red/TI)*