FH Unsrat Gelar Seminar Nasional Mengenai UU Perlidungan Anak

by -214 views

Sulut, transparansiindonesia.co.id – Fakultas Hukum Universitas Samratulangi (FH-Unsrat) Manado, menggelar Seminar Nasional yang dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum Unsrat, pada Kamis (4/9). Adapun tema seminar kali ini yakni ‘Dinamika Penegakan Hukum UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak’.

Seminar kali ini menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya seperti Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, Ledrik Takaendengan (perwakilan Kejati Sulut), serta dipandu oleh Jull Takaliwang sebagai Ketua KPA Sulawesi Utara.

DR.Flora Kalalo SH.MH sebagai Dekan FH Unsrat, Dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya warga kampus dan masyarakat pada umumnya mengerti tentang UU Perlindungan Anak, karena seringkali ditemui praktek diskriminasi terhadap hak-hak anak.

Baca juga:  Imba Support Kiprah AJP ke Senayan

“Selaku Dekan FH Unsrat saya mengapresiasi kegiatan ini, dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan seminar ini, narasumber Pak Arist Sirait, Pak Ledrik yang sudah berkenan menjadi narasumber dalam kegiatan ini serta seluruh panitia yang sudah memberi diri, dan kegiatan bisa terlaksana dengan baik. Dengan harapan melalui kegiatan ini masyarakat dan warga kampus dapat lebih mengerti tentang hak-hak anak sesuai dengan UU perlindungan anak, dan terus disosialisasikan mengenai UU ini, untuk memnerantas kejahatan terhadap anak” jelas Kalalo.

 

Selain itu, adaptasi dan pengenalan yang berkaitan dengan ‘lingkungan’ atau alam yang dikenalkan kepada anak perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya tindakan kekerasan pada anak-anak. Disampaikannya pula sejumlah insiden kekerasan sexual yang terjadi terhadap anak-anak, tindakan kekerasan fisik dan praktek amoral lainnya yang korbannya adalah anak-anak dikarenakan minimnya pengetahuan publik terhadap aturan-aturan terkait perlindungan akan.

Baca juga:  Tersebar di 5 Titik, Antra Sulut Distribusi Bantuan

”Termasuk di Sulawesi Utara masih saja kita temukan praktek yang disriminatif terhadap anak-anak, contohnya kasus kekerasan sexual, kekerasan fisik yang berdampak merusak atau mengganggu mentalitas dan psikologi anak. Beragam kasus-kasus kriminal juga yang dialami anak-akan tak lain merupakan wujud dari pengetahuan kita terhadap aturan yang berlaku. Ingat, hak-hak anak itu diatur dalam undang-undang, itu artinya bila ada kasus serupa yang melibatkan anak-anak wajib kita advokasi, mari kita bangkitkan kesadaran kolektif agar tidak lagi kita langgengkan kekerasan terhadap anak,” ujar Sirait dihadapan ratusan mahasiswa dan dosen.

(red)*