Sejumlah Ormas Tegas Menolak Politisasi Kasus Pembakaran Bendera

by -425 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Meskipun polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat. Aksi bela tauhid masih terus berlangsung. Bahkan aksi sempat berlangsung di kantor kemenkumham dan infonya akan juga menggelar aksi serupa di Jakarta pada hari Jumat (2/11/2018).

Dengan maraknya aksi, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI), Raja Agung Nusantara, menegaskan dan mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk bersikap bijak serta menyerahkan Perkara ini kepada penegak hukum.

“GMPRI menegaskan dan menghimbau seluruh elemen masyarakat khususnya umat Islam, mari kita bersikap bijak. Perkara ini kita serahkan kepada hukum,” tegas Agung dalam keterangan persnya di Jakarta, kamis (1/11/2018), malam.

Agung juga menghimbau agar jangan sampai aksi bela Tauhid ditunggangi oleh kepentingan politik.

Baca juga:  Ketua RW 010 Cakbar Minta Dinsos Jangan Buat Masalah Terkait Data Penerima Bansos

“Soal aksi besok jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan politik. Kalau ada propaganda politik maka itu kami sayangkan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Choirul Amin  dari Gerakan Perubahan Indonesia. Menurutnya, kasus pembakaran sudah ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian.

“Sebenarnya saya meyakini hampir semua umat Islam tersentuh hatinya melihat kasus ini. Persoalan ini kemudian bergulir dan sampai hari ini Polisi sudah menetapkan tersangka pelaku pembakaran bendera dan si pembawa bendera. Artinya polisi sudah bekerja sebagaimana yang diharapkan oleh umat Islam untuk mengusut tuntas persoalan ini, semoga masalah ini tidak terulang lagi,” terang Choirul.

Choirul juga dengan tegas mengutuk perbuatan pembakaran dan harus segera diproses secara hukum.

Baca juga:  Obor Panjaitan Ketua IPAR Ikatan Pers Anti Rasuah Melaporkan Dua Oknum Anggota Polisi Terkait Dana Desa

“Sikap kami bahwa kami mengutuk orang yang melakukan pembakaran tersebut dan polisi harus segera memproses hukum,” tandasnya.

“Umat Islam, lanjut Choirul, jaga perkara ini dengan cara yang benar tapi jangan pernah mempolitisir urusan hukum, apalagi ini tahun politik sehingga sangat rentan untuk ditunggangi. Kasus ini kemudian dimanfaatkan oleh ormas-ormas yang tidak punya kerjaan kemudian baru ada kerjaan jika ada isu-isu persoalan agama dan memperbesar nama organisasinya,” urainya.

Diakhir komentarnya Choirul mengajak masyarakat menolak isu pembakaran bendera menjadi isu kepentingan politik.

“Politisi juga jangan memanfaatkan kasus ini menjadi isu politik. Mari kita tolak bersama politisasi pembakaran bendera, kita serahkan pada penegak hukum,”. Tegas Choirul mengakhiri. (Red)