15 Negara Akui Belajar Penanggulangan Kemiskinan dari Indonesia

by -189 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa angka kemiskinan di Indonesia menurun menjadi hanya satu digit saja atau 9,82%. Melihat fakta tersebut, 15 negara mengaku belajar dari Indonesia tentang penanggulangan kemiskinan hingga pelosok-pelosok daerah dari Indonesia.

Nigeria dan 14 negara lainnya mengaku kepincut dengan Program Keluarga Harapan (PKH) atau Conditional Cash Transfer (CCT). Untuk mengetahui lebih dalam tentang penerapan Program Keluarga Harapan (PKH), sebanyak 20 delegasi Pemerintah Nigeria menyambangi kantor Kementerian Sosial RI, Rabu (14/11/2018).

Assistant Project Accountant Negeria Cash Transfer Officer Adam Ibraheem Salisu mengatakan selain untuk bersilaturahmi, kunjungan kerja itu dimaksudkan untuk bertukar informasi terkait CCT di negaranya maupun di Indonesia.

Baca juga:  Dakwaan JPU Tidak Terbukti,Agus Butar-butar Harus Bebas Murni

“Keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka kemiskinan menarik kami untuk mempelajari bagaimana program ini berjalan,” kata Adam.

Sejumlah negara telah menerapkan CTT antara lain Indonesia, Brasilia dan Kenya, dikatakan Adam masing-masing negara mempunyai kelebihan dalam menjalakan program pengentasan kemiskinan ini. “Indonesia sebagai negara besar mempunyai infrastruktur CCT yang sangat bagus dan sistem yang baik,” tegasnya.

Sementara, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Nur Pujianto mengaku senang mendapatkan kunjungan dari delegasi Nigeria. Untuk itu, pemerintah memberikan berbagai penjelasan kepada mereka mengenai penerapan PKH.

Baca juga:  Kapolres Way Kanan Pimpin Sertijab Kapolsek Way Tuba

“Kita jelaskan semua mengenai penerapan PKH kepada delegasi Nigeria,” tegas Nur Pujianto.

Nur Pujianto mencontohkan salah satu keberhasilan PKH adalah dengan adanya kontrol dan bimbingan yang ketat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh pendamping PKH dan Peksos Supervisor. “Dalam melakukan pengawasan dan bimbingan kepada KPM kita lakukan secara berjenjang dan mereka bertanggung jawab langsung kepada Kementerian Sosial RI,” tambahnya.

Sebelumnya sebanyak 14 negara telah melakukan studi keberhasilan PKH. Mereka antara lain Malaysia, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Fiji, Papua Nugini, Vietnam, Mongolia, Korea, Laos, Pakistan, Uzbekistan dan Azerbaijan.

(red)*