Andi Arief; “Ada Janji yang Belum Ditunaikan Prabowo-Sandi”

by -194 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pernah berjanji akan ikut mempromosikan partai pengusungnya guna menaikkan elektabilitasnya. Kendati demikian, Andi mengaku Prabowo belum menunaikan janjinya tersebut. Ia mengatakan Prabowo dan Sandi menjanjikan elektabilitas 55-60 persen bagi para parpol pengusung.

“Dari angka tersebut, Gerindra 25 persen, Demokrat 15 persen, PAN 8-10 persen, dan PKS 7-10 persen,” ujar Andi Andi, Kamis, (15/11/2018).

Menurut Andi, apa yang disampaikan Prabowo kepada setiap partai pengusungnya itu hanya sebatas janji. Prabowo belum pernah sekalipun ikut mengkampanyekan para partai pengusungnya. Bukan hanya itu, Andi mengatakan, ini juga belum merumuskan suatu petunjuk pelaksanaan kampanye bersama untuk meningkatkan elektabilitas parpol pengusung. Akibatnya kata Andi, rasio elektabilitas 55-60 persen sampai saat ini belum terwujud.

“Pengaturan kampanye juga belum dilakukan dalam satu juklak yang jelas. Demokrat belum melihat tanda-tanda itu. Artinya jangkar elektabilitas partai pendukung masih bermasalah,” kata Andi.

Baca juga:  Bakar Semangat Caleg Perindo, HT; "Pak Jokowi Presidenku"

Andi lantas membuktikan pernyataannya merujuk dari hasi survei internal Partai Demokrat 15-30 Oktober. Survei dilakukan di 80 daerah pemilihan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setiap dapil melibatkan 600 responden. Hasilnya, prediksi perolehan kursi DPR paling banyak diperoleh Gerindra. Jauh melampaui parpol pengusung Prabowo-Sandi lainnya.

Andi mengatakan Gerindra diprediksi memperoleh 19 persen kursi di DPR. Berturut-turut, Demokrat 9,7 persen, PAN 4 persen, PKS 3 persen. Partai Berkarya hanya diprediksi memperoleh 0,3 persen.

“PAN dan PKS zona merah. Ini yang kita sebut hanya menguntungkan Gerindra,” tutur Andi.

Baca juga:  Gubernur Olly Dondokambey Tinjau Langsung Vaksinasi di Pulau Talise

Atas dasar survei itulah, Andi berharap Prabowo merealisasikan janjinya kepada setiap partai pengusung guna menaikkan elektabilitas. Oleh karena itu, menurut Andi, langkah pertama yang perlu ditempuh yakni menghelat rapat bersama untuk merumuskan petunjuk pelaksanaan kampanye bersama. Petunjuk pelaksanaan kampanye itu harus memuat misi peningkatan elektabilitas parpol pengusung. Andi mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono bersedia hadir dalam rapat.

Dia juga mengatakan sikap Demokrat selama ini bukan berarti merongrong Prabowo-Sandi dari dalam. Hal itu justru untuk kepentingan parpol pengusung lainnya.

“Justu Demokrat ini menyuarakan kawan koalisi lainnya. Biar masyarakat jelas. Kalau cuma untuk kepentingan Demokrat, kita sudah aman,” ujar Andi.

(red)*