Mencegah Spekulasi Kecurangan Jika Jokowi-Ma’ruf Unggul di Pilpres, Erick Thohir Desak Usut Penemuan Tercecernya e-KTP di Duren Sawit

by -179 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id — Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mendesak penyelidikan tuntas terkait dengan tercecernya satu karung e-KTP di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (10/12). Hal itu, kata dia, untuk mencegah spekulasi kecurangan jika pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019.

“Saya mendukung penyelidikan tuntas kepada e-KTP. Jangan sampai nanti kalau pasangan 01 menang dianggap kecurangan padahal Pak Jokowi selalu meminta kita profesional dan transparan,” kata Erick di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (10/12).

Erick juga tidak mau ambil pusing apakah kasus e-KTP yang tercecer itu akan dipolitisir. Baginya, yang terpenting adalah TKN Jokowi-Ma’ruf selalu mendukung penyelidikan tuntas kasus tersebut.

Baca juga:  Airlangga; "Caleg Golkar Wajib Pasang Gambar Jokowi di APK Masing-Masing"

“Pastikan nanti kalau politisir isu biasalah. kemaren banyak jug hal-hal yang selalu hanya janji-janji ya. Kita TKN sangat mendukung dari pada tadi penyelidikan tuntas untuk hal-hal yang merugikan rakyat,” ungkapnya.

Dia juga meminta aparat Kepolisian untuk selalu bertindak transparan dan juga netral dalam menangani kasus pelanggaran jelang Pemilu 2019 dalam bentuk apapun.

“Statmen-statmen beliau kepada pihak Kepolisian bahwa harus netral ini yang dilakukan jadi kita engga usah juga tebak-tebakkan dan saya sangat menghormati hal itu,” ucap Erick Thohir.

Sebelumnya, sebuah karung berisikan e-KTP ditemukan warga di Jalan Karya Bakti VI, depan musala RT 003 RW 011, kawasan Bojong Rangkong, Pondok Kopi. Saat ini, barang bukti diamankan di Polsek Duret Sawit.

Baca juga:  Gugat Cerai Veronica, Begini Bunyi Petisi yang di tanda-tangani 6000an Orang Untuk Ahok

Kapolsek Duren Sawit, Direktur Utama Sutasuhut menerangkan e-KTP pertama kali ditemukan beberapa orang sekira pukul 14.00 WIB. Belum, berapa kali jumlah e-KTP tersebut.

“Ada warga yang melapor. Kami kepolisian secara langsung. Sudah bisa tahu. Pokoknya satu karung. Isinya bisa 3/4 dari karung sensitif,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (8/12/2018).

 

(red)*