Ferry Liando Menilai Wapres Bukan “Eksekutor’ Tidak Perlu Ada Debat

by -485 views

Manado,transparansiindonesia.co.id – Debat Cawapres pada 17 Maret 2019 untuk pertama kalinya mempertemukan Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Namun sejumlah kalangan menilai debat kali ini bisa disebut bukan debat, karena sepanjang pengamatan penampilan kedua cawapres selama debat hanya monolog tentang program-program kedua belah pihak

Pemgamat politik Sulut Ferry Liando menilai kedua  cawapres bukan Eksekutor, bahkan menurutnya debat cawapres  tak ada manfaat. Wakil Presiden hanyalah pembantu presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

“Sebagai pembantu kepala negara, Wakil Presiden hanyalah simbol resmi negara, yang jika presidennya tidak berhalangan maka Wapres tidak mendapat peran sama sekali. Wapres bukanlah eksekutor kebijakan, kewenangannya sangatlah terbatas. Sehingga sebuah ironi jika publik dipertotonkan adanya debat wakil Presiden,” ujar Dosen di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unsrat Manado ini.

Baca juga:  Periksa dan proses Desa Muara Takus: Penggunaan Anggaran DD Diduga benuansa korupsi

Menurutnya, secara kebijakan semua ada di tangan presiden yang bertugas menyelenggarakan pemerintahan, wapres akan mendapatkan peran jika diijinkan presiden. Selama Ijin itu tidak ada maka Wapres sama sekali tidak memiliki peran apa-apa.

“Oleh karena itu sangat ragu jika apa yang dijanjikan oleh dua cawapres malam ini benar – benar terwujud. Sebab akan berbahaya jika kelak ketika terpilih memimpin negara, Presiden dan wakilnya justru tidak seirama selama mengajukan program. Harusnya denat  cawapres tidak membahas soal tawaran program tapi cukup memperdebatkan bagaima menata kelembagan Wapres agar bisa seirama dengan Presiden  tidak sekedar jabatan simbol, pengganti atau pembantu belaka. Kekuasan Presiden dan wakil Presiden bisa saling berbagi peran dengan kewenangan masing-masing,” pungkas ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Unsrat ini.

Baca juga:  H.Abdullah Apresiasi Media Center COVID -19 Di Tengah Pandemi

Femmy