Jika Terpilih Wakil Presiden, Sandiaga akan Hapus UN

by -287 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno mengungkapkan janjinya jika terpilih di kontestasi Pilpres 2019.

Hal itu disampaikannya pada segmen pertama debat yang tayang di Kompas TV Live, Minggu (17/3/2019).

Pada kesempatan tersebut, Sandiaga Uno memaparkan sejumlah program yang akan dijalankannya bersama Prabowo Subianto jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden nantinya.

Satu di antara janjinya itu adalah mencakup tentang pendidikan.

Pada kesempatan itu, Sandiaga Uno berjanji akan mengapus ujian nasional.

“Kurikulum kita perbaiki agar memiliki fokus pada pembangunan karakter dan akhlakul karimah,” kata Sandiaga Uno.

“Kita juga pastikan bahwa sistem Ujuan Naisonal dihentikan, diganti dengan penerusan minat dan bakat,” sambungnya kemudian.

Ia juga mengungkapkan akan menyediakan lapangan kerja yang terkoneksi dengan sistem pendidikan.

“Kami juga memiliki konsep sekolah link and match, dimana kita hadirkan penyedia lapangan kerja dan pencipta lapangan kerja tersambung dengan sistem pendidikan,” jelas Sandiaga Uno.

Sementara itu diberitakan dari Kompas.com, debat ketiga akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) pukul 20.00 WIB.

Pada debat kali ini, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin akan saling beradu gagasan dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno terkait pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Baca juga:  PSI Meluncurkan Tim Pemenangan Muhamad Saraswati

Sama seperti debat sebelumnya, debat ketiga juga terbagi dalam enam segmen.

Pertama, kandidat akan menyampaikan visi misi mereka.

Kedua, moderator akan melempar pertanyaan dan cawapres harus menjawab dengan alokasi waktu sebanyak 2 menit.

Ketiga, akan mendalami tema ketenagakerjaan serta sosial dan budaya.

Keempat, merupakan sesi debat terbuka, masing-masing cawapres akan melontarkan pertanyaan.

Pada segmen kelima, mekanisme nantinya sama seperti pada segmen sebelumnya.

Pada segmen terakhir, setiap cawapres diberi waktu 4 menit.

 

(red)*