Dialog Kebangsaan PGK: Ingat !, Medsos Dapat Antar Ke Kurungan

by -411 views

Purwakarta, transparansiindonesia.co.id – Menghadapi pemilu yang tidak sampai sebulan lagi, dewan pimpinan daerah perkumpulan gerakan kebangsaan (DPD PGK) Purwakarta, senin (18/3/2019) menggelar dialog bersama beberapa unsur mulai dari pemerintah, pendidik, ormas, pemuda, mahasiswa, pelajar serta beberapa element lainnya dengan mengambil tema “Peran generasi milenial dalam menjaga keutuhan NKRI ditahun politik”, di Bale Sawala Yudhistira, Purwakarta.

Hadir dalam kesempatan tersebut Brigjend Pol Dr. Fadil Imran, M. Si (Wakil ketua satgas Nusantara Mabes Polri) bertindak sebagai keynote speech, Iyus Permana (penjabat Sekda) mewakili Bupati Purwakarta, kepala dinas pendidikan kabupaten Purwakarta, H. Purwanto, dan Karyono Wibowo (Analis Politik /Direktur Ekskutif IPI).

Dalam sambutannya, ketua DPD PGK Dias Rukmana mengatakan problematika bangsa serta ancaman yang merusak tatanan bangsa hari ini yang bukan lagi soal penjajahan secara fisik namun secara mental juga ideologi yang merusak.

“Tantangan besar bangsa ini adalah ancaman serangan mental dan ideologi yang merusak perdamaian bangsa. Kini banyak konten- konten yang berisi narasi negatif makin berkembang dan mudah memecah belah persatuan bangsa”, terangnya.

Dias juga menegaskan agar kiranya generasi milenial mau bahu- membahu menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa.

Baca juga:  Puslitbang Polri Teliti Tingkat Kepercayaan Masyarakat Di Jakarta Barat Atas Kinerja Polri

“Dari data yang dilansir KPU, tahun 2019 ini angka jumlah pemilih milenial mencapai 70 sampai 80 juta jiwa, itu artinya terdapat 35 sampai 40 persen dari total 193 juta pemilih kita adalah kaum milenial. Ini sangat berpengaruh besar untuk menentukan masa depan bangsa ini mendatang”, jelasnya.

Sementara Brigjen. Pol. Dr. Drs. H.M. Fadil Imran, M.Si dalam paparannya menyampaikan besarnya pengaruh medsos yang saat ini menjadi sarana bukan hanya komunikasi tetapi juga berbagi informasi.

“Media sosial seperti Facebook, Twitter, instagram serta lainnya saat ini bukan hanya sebagai sarana cari teman, bukan hanya promosi suatu produk yang hendak dipasarkan, tetapi juga sebagai sarana berbagi informasi”, ungkapnya.

“Namun, lanjut Fadil, sangat disesalkan jika sarana mudah, murah, instan ini kemudian kalau sampai dijadikan untuk menyebarkan kabar bohong (hoaks), yang mengancam keamanan dan membuat keributan”, tuturnya.

Untuk itu Fadil menghimbau agar setiap informasi yang didapat untuk di filter dan tidak mudah untuk membagikan.

“Ini peringatan !, jangan mudah menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya, filter dulu. Karena setiap pembuat, penyebar informasi hoaks ada pasal yang mengancam, tidak main-main, hukumannya adalah kurungan. Maka dari itu, mari bersama jadikan medsos sebagai sarana mencari sesuatu yang bermanfaat, menambah wawasan, pengetahuan. apalagi adik- adikku yang milenial ini, masa depan kalian masih panjang. Mari berbuat yang terbaik untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini”, tegasnya.

Baca juga:  Kedua Pelaku Melakukan Aksi Kejahatannya Merampas Handphone Merek Samsung S6 Sepeda Motor RX King

Hal senada juga disampaikan oleh kepala dinas pendidikan kabupaten Purwakarta, Purwanto. Purwanto mengajak semua pengguna medsos agar berhati-hati dan menjadi medsos untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

“Saat ini apa-apa serba dibuat mudah. Terminal di Hanphone, pasar di handphone, warung di handphone, pangkalan ojeg pun di handphone. Sangat disayangkan kalau kemudahan ini justru kemudian tidak dibarengi dengan nilai karakter yang baik. Pergunakan alat dengan akhlaq !, sebab salah cara ancamannya penjara. Medsos yang seharusnya dapat menambah wawasan, ilmu pengetahuan, justru banyak disalahgunakan. Mari bersama jadikan medsos menjadi bagian penunjang prestasi, baik prestasi ilmunya, prestasi akhlaqnya, dan prestasi isi dompetnya”, jelas Purwanto.

Mewakili Bupati Purwakarta yang berhalangan hadir, penjabat Sekda Iyus Permana mengapresiasi langkah PGK dalam mensukseskan agenda politik untuk menjaga persatuan, kerukunan dan perdamaian. (MDI)