Sempurnakan Riset Pengembangan PPK, Kadisdik Purwanto Gelar FGD

by -281 views

Purwakarta- transparansiindonesia.co.id. Sebagai bagian dari proses penyempurnaan penelitian model pendidikan berkarakter, yang mana selama beberapa tahun terakhir sejak tahun 2008 telah mulai dilaksanakan dikabupaten Purwakarta. Hari ini, sabtu (29/6/2019), kepala dinas pendidikan kabupaten Purwakarta, H. Purwanto, menggelar Focus Group Discusion (FGD). Bertempat di SDN Ciwangi kecamatan Bungursari, Purwakarta. Acara terlihat ramai dengan dihadiri oleh guru, kepala sekolah, Pengawas, perwakilan orang tua wali murid, Kabid pendidikan dasar (dikdas), Kasi Kurikulum, Kasi Pengembangan Karakter, Kasi Penjaminan Mutu, serta tamu kehormatan yakni guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Hj. Aan Komariah, M.Pd dan Dr. Dedy Achmad Kurniady, M.Pd.

Dalam penelitiannya yang mengambil tema “Pengembangan Model Kepemimpinan Partisipatif Dalam Implementasi Pendidikan Karakter”, H. Purwanto memaparkan bagaimana tahap penerapan pendidikan dilakukan sampai tujuan dari dilaksanakannya pendidikan berkarakter.

“Implementasi pendidikan karakter memerlukan tatakelola yang efektif di setiap sekolah mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahap evaluasinya. Proses perencanaan pendidikan karakter berkenaan dengan upaya untuk menjawab pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana pendidikan karakter harus dan akan dilaksanakan, pelaksanaan berkaitan dengan siapa melaksanakan apa dan bertanggung jawab pada siapa. Evaluasi menyangkut sejauhmana tujuan dan rencana yang telah ditetapkan dalam pendidikan karakter di sekolah berhasil dilaksanakan,” terang Purwanto mengawali paparannya.

Baca juga:  Yayasan Ardhya Garini Perwakilan Koopsau 1, Lakukan Seleksi Cakep PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK

“Hal terpenting, lanjut Purwanto, dalam implementasi pendidikan karakter di sekolah adalah dibutuhkannya seorang pemimpin yang dapat menggerakan seluruh komponen pada setiap level stakeholders agar mau terlibat dan berpartisipasi mensukseskan pendidikan karakter. Intinya kepala sekolah memiliki peranan penting dengan merangkul semua stakeholders serta melibatkan semua Cs (cumsuis) dalam mengambil sebuah kebijakan, karena dengan penerapan pendidikan sekolah yang baik, akan menghasilkan generasi yang baik dan berkarakter”, ungkapnya.

Karena persoalan atau konflik bisa datang sewaktu-waktu tanpa diundang apalagi diharapkan, dalam penelitiannya Purwanto juga kemukakan pentingnya kerja tim dalam menyelesaikan suatu persoalan.

“Pada level kelas kepemimpinan, lanjutnya, kepala sekolah dituntut mampu melibatkan guru-guru dan siswa dalam memecahkan konflik serta pengambilan keputusan dalam upaya pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam proses belajar mengajar selanjutnya mampu memotivasi dan berkomunikasi dengan mereka,” jelasnya.

Baca juga:  Mendikbud Keluarkan Tiga Syarat Kelulusan Siswa

Untuk suksesnya suatu program, maksud atau tujuan, dijelaskan juga pentingnya peran lingkungan (semua pihak) dalam merealisasikan program tersebut.

“Pada level lingkungan sekolah dan masyarakat kepala sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter dituntut mampu berkoordinasi, berkomunikasi dengan semua pihak yang berkepentigan baik secara internal (guru-guru, penjaga sekolah, peserta didik, pengawas) maupun secara eksternal seperti komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, pemerintahan desa serta organisasi yang berkepentingan dengan sekolah. Kepemimpinan yang demikian disebut kepemimpinan partisipatif,” urainya.

Setelah memaparkan satu persatu penelitiannya tentang Model Kepemimpinan Partisipatif Dalam Implementasi Pendidikan Karakter, mulai dari identifikasi masalah, kerangka berfikir, metode, tahapan, temuan implementasi pendidikan karakter, rancangan model, penyempurnaan model, rasional model kepemimpinan partisipatif untuk mengimplementasikan pendidikan karakter pada sekolah dasar, asumsi keberlangsungan model, maksud dan tujuan model kepemimpinan partisipatif, langkah-langkah implementasi model, strategi implementasi model, indikator keberhasilan model dan penilaian model. Purwanto pun mengajak para hadirin untuk memberikan penilaian termasuk juga masukan untuk menyempurnakan penelitiannya. (MDI)