Airlangga; “Golkar Dukung Sikap Presiden Tunda Pengesahan RUU KUHP”

Nasional42 Dilihat

Jakarta, transparansiindonesia.co.id — Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartato mendukung sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunda pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Dia mengatakan DPR perlu membahas kembali pasal yang dinilai kontroversial.

“RUU KUHP akan dibahas dalam Badan Musyawarah (Bamus DPR) dan ini kita tunda sampai masa sidang berikutnya,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, DPR membuka ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan pokok pasal yang dipermasalahkan. Setelah selesai dikaji, pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) akan menjelaskan kembali kepada publik.

Baca juga:  Buka Kegiatan Lomba Karang Taruna RT 010 RW 10 Dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda, Ketua RW 10 Tommy Turangan Apresiasi Kegiatan Positif

“Nanti feedback-nya akan dipelajari oleh Partai Golkar,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil meminta presiden tidak menunda pengesahan RUU KUHP. Menurutnya, masih ada waktu untuk melakukan pembahasan pada pasal yang dianggap belum sesuai sebelum disahkan Rapat Paripurna pada 24 September mendatang. Terlebih lagi keputusan tingkat satu juga sudah disepakati pemerintah dan DPR.

“Sebaiknya jangan ditunda. Saya yakin dalam waktu singkat bisa diselesaikan yang belum sesuai itu. Sebab pengambilan putusan tingkat satu sudah dilakukan dan tidak ada sinyal bahwa presiden akan menunda pengesahan RUU KUHP,” ucapnya saat dihubungi.

Baca juga:  Bima Arya; "Ada Peran Jokowi dalam Menata Kota Bogor"

 

(red)*