Pemkab Bogor akan Kuliahkan Kades Terpilih Ke IPB

by -182 views


Bogor -Transparansi Indonesia.Co.Id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyusun program untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan di desa. Pemkab akan menguliahkan seluruh kepala desa (kades) di Institut Pertanian Bogor (IPB) University.
Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin menjelaskan, program tersebut diharapkan dapat meningkat pengelolaan pemerintah desa. Ade mengatakan, program peningkatan kapasitas pemerintahan desa itu akan dilaksanakan pada tahun 2020.
“Pemkab akan melaksanakan program sekolah pemerintahan desa. Bekerjasama dengan IPB University,” kata Ade Yasin Kepada Transparansi Indonesia.Co.Id, Senin (4/11).
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, terdapat 416 desa di 40 kecamatan. Ade menerangkan, program tersebut harus diikuti seluruh kepala.
Tujuannya, kata Ade, agar para kades mampu mengelola program desa seperti, penganggaran, manajerial, hingga mengelola keuangan desa. Dengan demikian, pemerintah desa dapat membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor.
Ade meminta, semua kades wajib mengikuti program tersebut. Jangan sampai, kata dia, muncul anggapan kedes telah kompeten berdasarkan strata pendidikan sehingga tidak mengikuti program tersebut.
“Jadi ada anggapan saya lulusan S2, S1, jadi tidak mau lagi ikut sekolah pemerintahan desa. Jadi engke teh tong (nanti jangan) merasa pinter terus teu milu (tidak ikut),” ujarnya..
Kepala Desa Terpilih Bantarsari, Kecamatan Rancabungur Lukmanul Hakim menyambut baik rencana Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menguliahkan mereka di Institut Pertanian Bogor (IPB).
“Saya harapkan program ini bisa berjalan, agar dapat meningkatkan kapastitas setiap kepala desa,” ujarnya, Kades membutuhkan arahan dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Apalagi, dengan adanya dana desa yang begitu besar dikucurkan pemerintah untuk desa-desa di Indonesia.
“Jika pelatihan dilakukan selama enam bulan, Kades dapat merasakan peningkatan kualitas. Sebab, selama ini program yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas kades hanya sebatas seremonial saja,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa dahulu Kades selalu digembleng dengan pendidikan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), pelatihan kepemimpinan hingga pengelolaan desa. Sehingga, kades pada zaman dulu berdedikasi besar pada warga yang dipimpin.
“Kita tanya kepala desa tahun 90-an, kan mereka ada kegiatan penataran P4-nya, ada penataran leadership, dan sebagainya. Jadi program ini cukup bagus,” kata Lukmanul yang melawan istri sendiri pada Pilkades, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor dapat membuat standardisasi untuk kepala desa. Sehingga, kades dapat memberi pelayanan yang maksimal.
“Potensi yang diharapkan dari kepala desa bukan hanya managerial tapi juga dia (kades) adalah eksekutor,” katanya. (Bambang Darmawan)

Baca juga:  DESAK INSPEKTORAT USUT PENYALAGUNAAN DANDES DESA SAWANGAN