WOW..!! PT SAGO NAULI TAK BERIKAN HAK , KARYAWAN PHK SEPIHAK

by -1,171 views


MADINA, SUMUT Transpransiindinesia.co.id PT Sago Nauli melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak kepada enam karyawan kakak beradik pada tanggal 26 Oktober 2019 yang lalu. Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit itu, kini bersengketa dengan para pekerja.
Keenam karyawan itu adalah, Syukur Gunawan, Wardin Bate’e, Budiman Syaputra, Horas Sugiarto, Eko Punawan dan Khoirul Annas, mereka sudah puluhan tahun bekerja PT Sago Nauli yang berada di Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Salah satu karyawan, Syukur Gunawan kepada wartawan, Jum’at (13/12) di Panyabungan mengatakan PHK dilakukan PT Sago Nauli secara sepihak dengan dalih bahwa setelah dilakukan tes urine kepada karyawan, kami berenam dinyatakan positif pengguna NAPZA atau Narkoba. Dan dipaksa menandatangani surat pernyataan pribadi dengan materai Rp.6000 tertanggal 21 Oktober 2019, bukan karena melakukan kesalahan dalam bekerja.
“Kami dipaksa menandatangani surat pernyataan yang telah disiapkan perusahaan, itupun diruangan tertutup yang berhadapan langsung dengan Asisten Kepala Kebun Inti PT Sago Nauli, Ir. M. Bangun didampingi dua personil TNI bersenjata lengkap, ditambah dua personil TNI lagi berjaga di luar ruangan. Merasa tertekan dan ingin cepat keluar dari ruangan itu, dengan pasrah kami tandatanganinya. Padahal kami tidak mengetahui proses pelaksanaan tes urine secara pasti, maupun surat peringatan”, kata Gunawan.
Putusan PHK sepihak yang dilakukan PT Sago Nauli keenam karyawan sudah melakukan banding ke perusahaan. Namun, tidak ada realisasi pertanggungjawaban perusahaan untuk memberikan hak-hak mereka. Padahal sudah jelas tuduhan hasil tes urine positif NAPZA oleh perusahaan sudah terbantah dengan surat dari BNN Madina, ditandatangani petugas pemeriksa urine dan Dokter, dan juga diketahui Kepala BNN Madina, AKBP Ramlan, SH, MH menerangkan Keenam karyawan Negatif menggunakan NAPZA atau Narkotika.
“Kami menilai PHK sepihak tersebut melanggar Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Mereka berpendapat perusahaan tidak mengindahkan pasal 151 dan 152 UU tersebut serta Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial serta aturan lainnya”, ucap Gunawan.
Sementara, Ketua PAC Pemuda Pancasila Sinunukan, Daiman meminta agar PT Sago Nauli untuk memberikan hak-hak karyawan yang di PHK sepihak. “Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi terhadap karyawab perusahan yang ada di Madina,” pintanya.
Atas PHK sepihak tersebut keenam karyawan itu hanya menuntut hak-hak mereka sebagaimana akibat Surat Pernyataan positif pengguna Narkotika yang hanya dipegang manajemen PT Sago Nauli telah beredar di masyarakat Sinunukan dan sekitarnya menyebabkan timbul tekanan psikis, rasa was- was, malu, stres, khawatir sehingga terbebani pikiran. ( MHD.NOER AL _MAJID.NST / DIEN PUGA )

Baca juga:  Pengadilan Tolak Gugatan Praperadilan dari Yahya Lase dkk, Nyatakan Proses Penyidikan oleh Polsek Siak Hulu Sah