GMNI Gabungan Universitas Pakuan Peringati Hari Ibu

by -226 views


Bogor – Transparansi Indonesia.co
Id| Minggu (22/12) Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Gabungan Universitas Pakuan lakukan aksi turun ke jalan menemui Ibu-Ibu di sekitar Kota Bogor guna Memperingati Hari Ibu. Cara Kader GmnI memperingati hari ibu yaitu dengan memberikan setangkai bunga, striker yang bertuliskan ucapan selamat hari ibu, serta mewawancarainya untuk memahami lebih dalam perjuangan ibu-ibu.

“Tujuan dari memperingati hari ibu dengan turun langsung ini yaitu untuk menciptakan suasana kedekatan antara anak muda dan ibu-ibu yang ada Bogor dan mengingatkan bahwa pengorbanan ibu yang telah mengandung 9 bulan dan melahirkan dengan penuh pengorbanan” Ujar Sarinah Eflin Selaku Ketua Komisariat GmnI Gabungan Pakuan

Acara di laksanakan pada pukul 19.00 dan selesai hingga 21.00 WIB

kita pertama menuju kawasan botani di lobby kita membagikan kartu ucapan dan setelah itu kita masuk ke dalamnya juga untuk memberikan bunga, setelah di botani dan mewawancarai salah satu ibu yang sedang bekerja selesai itu kita menuju sempur untuk membagikan bingkisan dan bunga dan kartu ucapan, Ucap Amy selaku kader GmnI Gabungan Pakuan

Dalam momentum peringatan hari ibu, mahasiswa pun lebih banyak mendengarkan curahan hati ibu-ibu, hal ini terbukti begitu semangatnya kader GmnI untuk mewawancarai ibu-ibu di Kota Bogor

Baca juga:  Proses Evakuasi Korban Banjir dan Tanah Longsor Desa Sukajaya Bogor

Sebagaiman yang di ungkap oleh Sarinah Eflin bahwa hasil wawancara di hari ibu ini tanggapan dari ibu-ibu yang ada di kota Bogor sangat antusias dan mengapresiasi adanya kegiatan ini dan mereka pun memberi harapan Agar “menjadi sosok seorang ibu yang lebih tangguh lagi dan mampu mendidik anak-anak nya baik di dunia maupun akhirat”

Lanjut Eflin menyampaikan bahwa point utama aksi turun langsung ini yaitu agar para kader paham dengan perjuangan seorang ibu. Kita ketahui bersama bahwa historis hari ibu ini yaitu ada momentum kebangkitan kaum Peran Ibu sebagai sosok perempuan tangguh yang berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita revolusi kemerdekaan Indonesia. Sehingga harapannya para kader GmnI tidak memandang sebelah mata peran penting perempuan, dan khusus bagi kader perempuan GmnI atau biasa kita sebut Sarinah harus terus terlibat aktif dalam proses perbaikan kondsi bangsa kita.

Sebagai Ketua Komisariat Eflin menekankan bahwa Ibu adalah sosok wanita ajaib yang mampu menjadi motivator pendorong semangat keluarga, sampai saat ini ibu pun berperan aktif hingga berdampingan dengan kaum laki-laki baik di bidang pemerintahan, pendidikan maupun keluarga, walaupun demikian tidak meninggalkan kodrat nya sebagai wanita, dan harapan saya untuk wanita saat ini yang kelak akan menjadi seorang ibu nantinya bisa menyadari peran wanita agar nantinya menjadi sosok seorang ibu yang idealis.

Baca juga:  Polri berikan wujud nyata dalam kemanusiaan melalui program Penghijauan 2020 pohon di Cikeas

Sementar Sarinah Wati yang merupakan kader GmnI Gabungan Pakuan mengajak kawan-kawan saya untuk menyadari betapa pentingnya sosok Ibu, semakin kita tumbuh semakin kita menyadari bahwa ibu kita adalah sahabat terbaik dan ibu adalah anugerah yang tidak bisa tergantikan oleh siapapun.

Kemudian Wakabid kaderisasi vikran Syahputra menerangkan bahwa menjadi seorang ibu yang hebat dan kuat adalah peran yang sangat keras tapi ibu yang saya tahu adalah bintang dalam segala hal , selalu mendengar kan ucapan anak nya bahkan mengerti apa yang tidak di ucapkan oleh anaknya.

Acara ditutup dengan pertemuan kader GmnI Gabungan Pakuan, Selesainya acara, Sarinah Eflin mempertegas kembali posisinya kepada kader, dia berharap kepada kadernya bahwa setelah selesainya acara ini sudah tidak ada lagi Sub Ordinasi kepada perempuan, diskriminasi dan marjinalisasi kepada perempuan, serta tindakan pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan baik secara verbal maupun non verbal. Ia mengajak kepada kadernya untuk sama-sama beriring berdampingan antara laki-laki dan perempuan dalam mewujudkan cita-cita revolusi kemerdekaan Indonesia. Tutupnya