Perayaan HUT pelayanan GKRI dan HUT GKRI Jemaat Mangga Besar ke 48 disertai pemasangan Papan Nama Sinode GKRI

by -685 views


Jakarta – Transparansi Indonesia.Co.Id |Dalam memperingati Perayaan HUT Pelayanan Sinode GKRI di Indonesia ke 48 dan HUT Jemaat GKRI Mangga Besar ke-48 tahun dengan ditandai dengan Pemasangan Papan Nama Kantor Pusat Majelis Sinode GKRI di Gereja GKRI Jemaat Mangga Besar, Jakarta, Pada tanggal 12 Desember 2019 dan Pembukaan Tirai Papan Nama Kantor Pusat Sinode GKRI, oleh Ketua Majelis Pusat Sinode GKRI, DR. Martin Harefa dan Gembala Sidang GKRI Mangga Besar, DR. Rohana Sutjiono, MACE, disaksikan oleh Majelis Pertimbangan dan Pemimpin Jemaat Lokal GKRI,dan Kata sambutan Pdt.Soep Soegiardjo, MTh, selaku Ketua Majelis Pertimbangan MPS.

Dalam sambutannya, Pdt.Soep Soedirdjo sebagai Ketua Majelis Pertimbangan MPS menceritakan bagaimana Proses panjang kelahiran Sinode Gereja Kristus Rahmani Indonesia pada 48 tahun yang silam. Dan kini kita semua bersyukur bahwa dengan diselesaikannya renovasi gereja mula-mula sebagai Jemaat pertama GKRI yaitu Jemaat Mangga Besar berdiri dengan megahnya sekaligus sebagai Kantor Pusat Sinode Gereja Kristus Rahmani Indonesia di gedung ini dan Beliau menegaskan bahwa Sinode GKRI merupakan lembaga gereja yang kokoh dan teruji panggilannya dan hal ini dibuktikan dengan 3 hal penting sebagai cirinya, yaitu:
Pertama,Adanya Sejarah Gereja. Sejak kelahiran GKRI 48 tahun yang silam, Sinode GKRI yang sejati dan yang mula-mula adalah Kantor Sinode yang beralamat di Jl. Mangga Besar XI No. 34, Jakarta Barat. Hal ini tertuang dalam Anggaran Dasar GKRI atau yang biasa disebut sebagai Tata Gereja GKRI dan disahkan pada Sidang Sinode.

Baca juga:  Playground Sebagai Arena Pengembangan Inovasi

Kedua,Adanya SK Menteri Agama. Sinode GKRI sebagai wadah Jemaat-jemaat lokal telah disahkan oleh Menteri Agama dengan surat keputusan: SK Dirjen Bimas Kristen No. 128 tahun 1988. Dalam Surat Keputusan ini juga ditegaskan bahwa domisili Majelis Pengurus Pusat Sinode GKRI adalah berkedudukan di Jl. Mangga Besar XI No. 34, Jakarta Barat. Hal ini berarti tidak ada Pengurus Sinode GKRI yang sejati dan yang mula-mula selain yang berkantor di alamat tersebut diatas. Hal ini mengingat adanya kantor yang layaknya seperti Sinode GKRI yang beralamat ditempat yang lain. Ketiga, Adanya Berita Negara Republik Indonesia. Bahwa Majelis Pusat Sinode GKRI yang diakui oleh Pemerintah Indonesia adalah yang berkantor hanya di Jl. Mangga Besar No. 34, Jakarta Barat. Dan Pemerintah Indonesia telah melilisnya dalam Buku Berita Negara RI tanggal 13/7-2018 No. 56.

Ketiga hal diatas sangat cukup untuk memberikan identitas akan organisasi GKRI yang sejati dan mula-mula, yang telah melayani begitu banyak Jemaat Lokal dan meneguhkannya sebagai bagian Tubuh Kristus yang hadir di Indonesia. Mari kita semua bersyukur akan kemurahan Tuhan Yesus yang menjaga GKRI tetap utuh dan sejati dalam panggilannya.

Baca juga:  Tito Atur Dana Desa Dan Bos Langsung Dikirim Kades-

dari Ki - Ka : Ev.Ir.Setiyadi Sudarmanto (Sekretaris 1 sinode GKRai periode 2017- 2021) dan DR.Rohana Sutjiono (Gembala Sidang GKRI Jemaat Mangga Besar)
dari Ki – Ka : Ev.Ir.Setiyadi Sudarmanto (Sekretaris 1 sinode GKRai periode 2017- 2021) dan DR.Rohana Sutjiono (Gembala Sidang GKRI Jemaat Mangga Besar)

Dalam Sambutannya Pdt. DR. Martin Harefa dalam pada Peresmian Papan Nama Kantor Sinode GKRI, mengingatkan kembali akan panggilan Tuhan kepada perintis GKRI, Boksu DR. SJ. Sutjiono, yaitu yang dirumuskan sebagai misi GKRI : Pertama Gereja yang mengasihi (Yohanes 13: 34-35), Kedua, Gereja yang berdoa (Yakobus 5: 13-18). Ketiga, Gereja yang bersaksi (Kisah Para Rasul 1:8). Keempat, Gereja yang mengutus (Matius 28:18-20; Markus 16:15-18) Baiklah kita yang hadir disini dapat melanjutkan misi yang digariskan oleh Perintis GKRI sebagai gaya hidup gereja Tuhan di Jemaat Lokal.

Para Pendeta memuji Tuhan dalam berbagai bahasa daerah sebagai perwakilan suku-suku di Nusantara yang mengerjakan panggilan Kristus. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua PGLII, DR. Ronny Mandang, sebagai salah satu tokoh GKRI yang memimpin Jemaat GKRI Karmel, Jakarta. Sambutan berikutnya oleh Ketua Umum Sinode GKRI, DR. Martin Harefa.

Turut hadir Keluarga Perintis GKRI: Ibu Betsy Sutjiono bersama anak-anak, mantu dan para cucu. Pemotongan Kue HUT ke-48 dilakukan oleh : Perintis GKRI, diwakili ibu Betsy Sutjiono, Majelis Pusat Sinode, Pdt. Jimmy Kawilarang, Gembala Sidang GKRI Mangga Besar, DR Rohana Sutjiono, MACE, Ketua Umum PGLII, DR. Ronny Mandang, serta seorang mewakili tokoh GKRI.

Siaran Pers ini disampaikan oleh Nara Sumber kami Setiyadi Sudarmanto, Sekretaris-1 Sinode GKRI (2017-2021) pada awak media (Kefas)