Minsel 0 Positif Covid-19, 9 ODP dan 323 Pelaku Perjalanan

by -461 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id – – Kabupaten Minahasa Selatan saat masih Kosong (Nol) pasien terkonfirmasi positif Covid-19, namun memiliki 9 Orang Dalam Pemantauan (ODP), hasil ‘zero’ pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Minsel merupakan berkat kerja keras dan kerja sama dari semua pihak elemen masyarakat.

Sejak Penyebaran Covid-19 masuk ke Wilayah Sulawesi Utara awal Maret lalu, Wilayah Minahasa Selatan masih kosong yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun di Kota Manado telah memiliki hampir 20 orang terkonfirmasi positif sehingga wilayah Manado dimasukkan dalam kategori transmisi lokal penyebaran Covid19.

Masuknya Wabah Covid-19 di Sulawesi Utara, tentunya juga Wilayah Minsel sangat rentan akan tertularnya virus corona tersebut, karena sebagai pusat jasa, banyak warga Minsel yang bekerja dan menempuh pendidikan di Kota Manado.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Minahasa Selatan dr.Erwin Schouten mengatakan hingga saat ini belum ada laporan warga yang positif Covid-19, sementara untuk Orang Dalam Pemantauan dari data yang ada di Dinas Kesehatan Minsel tercatat ada 9 orang.

Baca juga:  Fraksi Golkar DPRD Minsel Siap Perjuangkan Aspirasi Guru Honorer Terkait Kesejahteraan

“Kita bersyukur hingga saat ini Kabupaten Minsel masih ‘Zero’ orang terkonfirmasi positif Covid-19, namun untuk Orang Dalam Pemantauan ada sembilan (9) orang,” ujar Erwin Schouten.

Sementara untuk pelaku perjalanan yang berasal dari Zona Merah sesuai data yang berada di Minahasa Selatan ada 323 orang, dan kesemuanya mendapat pengawasan dan dimintakan untuk melakukan karantina atau Isolasi diri secara mandiri.

Dikatakannya pula bahwa Terkait ODP yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Kalooran Amurang, setelah di lakukan rapid test hasilnya adalah negatif, dan kemungkinan warga yang ODP tersebut hanya terdeteksi terinfeksi bakteri.

Namun menurut Erwin Schouten, tetap akan dilakukan test yang kedua kalinya guna memastikan keberadaan mereka apakah terinfeksi Covid19 atau tidak, apabila dites yang kedua negatif, mereka tetap dianjurkan melakukan pembatasan pribadi.

Baca juga:  Sualang; 'Pemdes Harus Mengerti Tentang SDGs dalam Penggunaan Dana Desa Tahun 2021'

“Terkait informasi mengenai Covid-19 kita akan terbuka kepada warga masyarakat, baik itu data pasien Positif terpapar Covid-19, PDP, ODP dan pelaku perjalanan, kita akan publikasi melalui Website, agar supaya partisipasi dari masyarakat akan ada guna melakukan pengawasan,” tambahnya.

Adapun Minahasa Selatan baru memiliki dua ruang Isolasi yakni di RS Kalooran dan RSUD Amurang, dan masih dalam pertimbangan apakah akan dibangun ruang Isolasi lainnya, atau bisa juga dalam bentuk rumah singgah, namun untuk saat ini, dikatakan Schouten adalah yang paling terpenting lagi adalah prosedur pemakaman pasien positif terpapar Covid-19, bila ada yang terjadi di Minsel.

(Hengly)*