BEM Hukum UIR Ajukan Amicus Curiae ‘Sahabat Pengadilan’ untuk Shayuti

by -115 views

BEM Hukum UIR Ajukan Amicus Curiae ‘Sahabat Pengadilan’ untuk Shayuti

PEKANBARU,RIAU,Transparansi indinesia.co.id Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UIR (BEM FH UIR) mengajukan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan) untuk terdakwa shayuti munte yang sedang berperkara di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

“Kami, BEM FH UIR, mengajukan diri sebagai Amicus Curiae dalam perkara pengrusakan terdakwa shayuti munte. Kami memohon agar majelis hakim dapat menggali dan mendapatkan informasi lebih dalam kasus ini,” kata ketua BEM Maulana.

Amicus Curiae adalah sebuah istilah latin yang berarti “Friends of the Court” atau “Sahabat Pengadilan.” Sahabat Pengadilan dinilai berkepentingan terhadap suatu perkara. Di dalam pengadilan, mereka dapat memberikan informasi dan pendapat yang dianggap membantu majelis hakim untuk melakukan pertimbangan hukum.

Baca juga:  2 Pelaku Pengeroyokan Diamankan Warga dan Diserahkan ke Polsek Tapung Hilir

Shayuti dituntut 3 tahun 6 bulan oleh jaksa penuntut umum dengan pasal 170 ayat (1) yang dikenakan tentang pengrusakan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang.

Dalam amicus curiae kami berpendapat bahwa kasus sayuti munte Bahwa Sayuti tidak ada niat sebagaimana tuntuntan dari Jaksa Penuntut umum dan hanya terprovokasi dan ketidaksengajaan berdasarkan asas kausalitas (sebab akibat) yang mana tidak berbicara tentang perbuatan atau tindak pidananya (yang dilakukan dengan sengaja), namum menekankan pada hubungan antara kesalahan atau ketidak sengajaan (culpa) dengan akibat. Bahwa Sayuti dalam proses penangkapan, penyidikan, serta dalam penyelidikan tidak melakukan perlawanan sama sekali dan kooperatif dalam menjalani proses hukum.
Itu beberapa point dalam amicus yang kami ajukan.

Baca juga:  Polsek Tapung Hulu Ringkus 2 Pengedar Shabu, Ditemukan 8 Paket Shabu Siap Edar

“Shayuti munte merupakan Aktivis atau pejuang demokrasi yang dikriminalisasi dengan tuduhan pengrusakan. Ini merupakan wujud nyata dari pengebirian dan kriminalisasi oleh aparat penegak hukum kita,” tambahnya.

BEM FH UIR menegaskan perbuatan Shayuti merupakan bentuk ekspresi sebagai perwujudan dari pelaksanaan hak kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dilindungi Undang undang. Juga respon dan spontanitas atas tindakan represif aparat kepolisian saat aksi penolakan UU omnibus law 8 oktober 2020 lalu.

Melalui amicus curiae ini kami meminta majelis hakim untuk membebaskan rekan kami dan mempertimbangkan dengan seadil adilnya untuk sayuti munthe mendapatkan keadilan yang sesungguhnya. “Tutup Maulana”

Narahubung :
Maulana Syaufurrasyid
0822 8355 9355

(Rombel)