Pria Maesaan Meninggal Dunia Saat Membajak Lahan

by -806 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Seorang pria warga desa Tumani Utara, Kecamatan Maesaan ditemukan meninggal dunia dikebun Pinontalan wilayah kepolisian Desa Kinaweruan, pada Rabu siang 31 Maret 2021.

Pria yang teridentifikasi Bernama Jemmy Sambeka umur 62 tahun, pekerjaan tani, warga Desa Tumani Utara, Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan, ditemukan meninggal dunia saat sedang melakukan pekerjaan membajak lahan kebun dengan menggunakan tenaga hewan sapi (Pajeko).

Seperti apa yang di terima oleh awak media transparansiindonesia.co.id dari rilis humas Polsek Tompasobaru bahwa dari hasil pengumpulan bahan keterangan (baket) Polsek Tompasobaru, korban meninggal dunia saat sedang melakukan pekerjaan membajak lahan kebun.

Jajaran Kepolisian Sektor Tompasobaru, mendapatkan akan laporan tentang penemuan mayat tersebut, langsung menuju ke lokasi tempat kejadian perkara, dan melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan.

Dari hasil olah TKP dan Baket, diperoleh informasi sebagaimana disampaikan oleh saksi Fanny Suoth, umur 50 tahun warga desa Tumani Jaga VI, bahwa korban pada sekitar pukul 07:00 dengan menggunakan transportasi roda sapi berangkat ke kebun untuk melakukan pekerjaan membajak lahan di lokasi kebun milik dari saksi.

Baca juga:  GMIM 'Zaitun' Lowian Rayakan HUT Jemaat ke 92 Tahun

Lalu sekitar pukul 09:00, saksi dengan menggunakan kendaraan roda dua, pergi ke kebun lokasi tempat korban melakukan pekerjaan membajak lahan untuk ditanami jagung, untuk mengecek pekerjaan.

Sesampainya di kebun, saksi melihat korban sedang melakukan pekerjaan membajak lahan dengan menggunakan tenaga hewan sapi (Pajeko -red), lalu saksi menyampaikan kepada korban untuk istirahat sejenak karena di lokasi pekerjaan sedang dilanda hujan lebat.

Korban pun mengiyakan ajakan saksi, dengan meninggalkan pekerjaan lalu menuju ke gubuk (Sabua) milik dari saksi.

Selanjutnya korban mengatakan kepada saksi bahwa ia sambil beristirahat, korban akan makan, karena penyakit maag korban sudah mulai kambuh.
Usai makan, korban beristirahat kurang lebih 15 menit, dan selanjutnya melanjutkan pekerjaan, sementara korban melakukan pekerjaan saksi Fanny Suoth yang merupakan pemilik kebun, melihat dari gubuk atau sabuah, korban sementara melakukan pekerjaan.

Namun kurang lebih 30 menit korban melakukan pekerjaannya, saksi melihat korban istirahat sambil duduk di rerumputan, tak berlangsung lama, saksi melihat korban langsung roboh ke tanah.

Saksi Fanny pun langsung mendekati korban untuk mengetahui apa yang terjadi, dan setelah mendekati, saksi melihat korban sudah dalam posisi melingkuk.

Baca juga:  Ratusan Personil Polres Minsel Ikuti Jalan Sehat Yang Dipimpin Wakapolres Prevly Tampanguma

Selanjutnya saksi pun langsung memberitahukan kepada warga yang ada di seputaran kebun tempat kejadian, untuk meminta pertolongan, namun korban sudah meninggal dunia.

Selanjutnya pihak kepolisian sektor Tompasobaru, dibantu para warga langsung membawa korban ke Rumah Sakit Cantia Tompasobaru untuk dilakukan permintaan Ver.

Dan terkait penemuan mayat tersebut, Polsek Tompasobaru dengan gerak cepat langsung mengambil tindakan yakni, mendatangi TKP, selanjutnya melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi di lokasi seputaran TKP, mengevakuasi korban ke RS Cantia Tompasobaru serta dilakukan permintaan Ver, membuat berita acara penolakan otopsi kepada korban, lalu membuat permintaan Ver luar, selanjutnya melakukan pengawalan rombongan penghentar jenazah dari rumah sakit ke rumah duka.

Kapolsek Tompasobaru Iptu Jefry Mailensun, kepada awak media transparansiindonesia.co.id mengatakan bahwa dari hasil pengumpulan keterangan dari para saksi-saksi dan keluarga korban bahwa dugaan sementara korban meninggal dunia dikarenakan korban memiliki penyakit lambung dan liver.
(Hengly)*

Sumber/Humas Polsek Tompasobaru