Minsel, transparansiindonesia.co.id – Pelantikan sejumlah jabatan Kepala Sekolah baik tingkat SD maupun SMP dilingkungan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan beberapa waktu lalu, kini ada yang menuai polemik.
Seperti yang terjadi di SD Inpres Wanga, Kecamatan Motoling Timur jabatan Kepala Sekolah yang dijabat oleh Anita Lumapow S.Pd mendapatkan penolakan dari tokoh masyarakat, orang tua murid dan pihak komite sekolah.
Kepada awak media transparansiindonesia.co.id salah satu orang tua murid yang juga sebagai anggota komite sekolah Nelly Mokoagow mengatakan bahwa, penempatan sosok Anita Lumapow sebagai kepala sekolah di SD Inpres Wanga, ditolak oleh para orang tua murid dan beberapa tokoh masyarakat, hal tersebut dikarenakan latar belakang kehidupan keluarga dari sang kepala sekolah yang tidak baik.
“Kami menolak sosok Anita Lumapow ditempatkan sebagai kepala sekolah di SD Inpres Wanga, karena latar belakang kehidupan pribadi dalam keluarganya yang tak patut dicontoh dan diteladani, bagaimana mau memimpin institusi pendidikan kalau ia sendiri tak layak diteladani,” ujar Nelly Mokoagow.
Ditegaskannya pula bahwa apabila sosok Anita Lumapow memimpin sekolah tersebut, maka ditakutkan juga hal yang tidak baik akan berdampak pada anak didik, maka dari itu ia meminta selaku orang tua murid dan anggota komite sekolah, agar jabatan Kepala SD Inpres Wanga yang dijabat oleh Anita Lumapow segera diganti dengan orang yang lebih layak.
Begitupun apa yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat yakni Verry Timporok yang mengatakan sangat menolak Anita Lumapow menjabat Kepala SD Inpres Wanga, karena, dengan latar belakang kehidupan keluarganya yang tidak baik, tentunya akan berdampak bagi anak didik sebentar.
Maka dari itu Verry Timporok meminta agar pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan didalamnya Dinas Dikpora Minsel untuk mengganti kembali kepala sekolah yang ada di SD Inpres Wanga.
Kepala SD Inpres Wanga Anita Lumapow ketika dikonfirmasi oleh awak media ini, tak menampik akan kehidupan rumah tangga dimasa lalunya, namun ia mengatakan bahwa itu adalah kehidupannya yang dahulu, dan saat ini ia telah resmi berkeluarga yang dibuktikan dengan adanya kartu keluarga yang ada.
“Itu adalah kehidupan masa lalu rumah tangga saya, namun saat ini saya sudah memiliki keluarga dengan suami saya saat ini yang dibuktikan dengan adanya kartu keluarga, setiap orang punya masa lalu, dan berhak pula untuk memperbaiki kehidupan,” ujar Kepala Sekolah Anita Lumapow atau akrab disapa Titi.
HukumTua Desa Wanga Franki Pondaag ST, ketika dikonfirmasi oleh jurnalis transparansiindonesia.co.id mengatakan bahwa memang benar penempatan Anita Lumapow sebagai Kepala SD Inpres Wanga mendapatkan penolakan dari para orang tua murid, anggota komite sekolah dan tokoh masyarakat, karena dirinya mendapatkan aduan terkait hal tersebut, serta pihak masyarakat menyampaikan kepada dirinya untuk memfasilitasi agar kepala sekolah segera diganti.
Namun HukumTua Franki Pondaag mengatakan bahwa terkait pemberhentian dan pengangkatan seseorang dari jabatan kepala sekolah bukanlah wewenang dirinya, namun itu adalah wewenang dari pemerintah kabupaten.
Ia pun menghimbau kepada warga masyarakat Desa Wanga, terkait pro dan kontra penempatan jabatan Kepala SD Inpres Wanga, agar masyarakat dapat menjaga stabilitas dan Kondusifitas Kamtibmas ditengah-tengah masyarakat, jangan saling memprovokasi.
(Hengly)*
