Mangkrak, LSM-AMTI Desak APH Usut Pembangunan Puskesmas Kuntu

by -179 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Pembangunan fasilitas kesehatan yakni pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terhenti pelaksanaannya atau mangkrak.

Awal pembangunan Puskesmas Kuntu tersebut dilaksanakan pada tahun 2021 silam dengan menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) dengan bandrol sebesar Rp. 4 Milliar.

Mangkraknya pembangunan Puskesmas Kuntu, mendapatkan sorotan dari lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI).

Dimana melalui Ketua Umum DPP LSM AMTI Tommy Turangan SH mengatakan bahwa mangkraknya pembangunan Puskesmas Kuntu, diduga ada permainan atau kongkalikong antara pihak-pihak tertentu, sehingga pelaksanaan pembangunan fasilitas kesehatan yang merupakan kebutuhan masyarakat tersebut terhenti.

Baca juga:  Turangan; 'Masyarakat Harus Pahami, Bantuan PKH, BPNT, BST dan BLT Adalah Bantuan Pemerintah'

“Kemungkinan ada permainan atau dugaan kongkalikong atau bisa juga mengarah ke adanya tindakan korupsi dalam pelaksanaan pembangunan Puskesmas Kuntu tersebut, sehingga sampai saat ini memasuki hampir setahun sejak pembangunan dilakukan pada medio 2021 silam, pembangunannya tak kunjung usai,” kata Tommy Turangan.

Maka dari itu, Turangan pun mendesak agar pihak aparat penegak hukum (APH) untuk menyelidiki dan mengusut pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan Puskesmas Kuntu tersebut.

Apalagi dikatakan Turangan, bahwa PPK proyek pembangunan Puskesmas Kuntu adalah dr. Zulhendra yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas kesehatan Kabupaten Kampar.

Baca juga:  Diduga Kehilangan Barang Bukti, Kinerja KPK Dipertanyakan

“Harus ada tindakan tegas dari pihak terkait, khususnya pihak kejaksaan yang harus segera mengusut proyek pembangunan Puskesmas Kuntu yang mangkrak, jangan sampai ada yang ditutup-tutupi karena proyek yang menggunakan keuangan negara harus dilakukan secara transparan agar publik mengetahuinya,” ujar Turangan, aktivis antikorupsi yang terkenal vokal memperjuangkan kepentingan masyarakat dan membongkar praktek-praktek korupsi.
(red/T2)*