Pemuda di Temukan Gantung Diri di Kios Jual Pisang, Korban Belum di ketahui Identitasnya

by -234 views

SIAKHULU, Transparansi Indonesia.co.id Warga Jalan Karya 2, Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu heboh, warga temukan seorang pemuda gantung tergantung di kios penjual pisang, Sabtu (3/12/2022) sekira pukul 06.15 WIB.

Hingga berita ini di buat, korban masih belum diketahui identitasnya, ia memiliki ciri-ciri menggunakan baju kaos warna hitam dan celana panjang warna crem dan rambut ikal.

“Korban masih belum diketahui identitasnya dan kini sudah dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru,”jelas Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo SIK melalui Kapolsek Siak Hulu AKP Zainal Arifin SH MH.

Kejadian ini penemuan korban ini, berawal M Khadafi sedang berada di rumah (Ampera INO) yang tidak jauh dari TKP di datangi penjual pisang yang sedang berjualan di pinggir jalan Pasir Putih memberitahukan ada orang gantung diri di Kios Jual Pisang.

Baca juga:  Polres Kampar Kerahkan Anggota Distribusikan 300 Paket Sembako Dari KSP Sahabat Mitra Sejati

Mendapat berita tersebut M Khadafi bersama Anjang dan Deni Kiting menuju TKP untuk melihat kondisi korban, setibanya di TKP saksi melihat korban sudah tergantung menggunakan tali nilon dengan kondisi meninggal dunia (MD).

Korban tidak dikenali oleh mereka maupun masyarakat sekitar TKP, selanjutnya Sawal melaporkan kejadian gantung diri tersebut ke anggota Polsek Siak Hulu.

“Maka anggota langsung ke TKP untuk mengamankan TKP, setibanya di TKP, korban gantung diri yang masih tergantung di turunkan oleh anggota disaksikan oleh RT, RW dan warga sekitar selanjutnya korban dibawa ke RS. Bhayangkara menggunakan Mobil Ambulance milik RS. Mesra”tambah Kapoksek.

Baca juga:  Mantan Pekerja Tuntut Hak, Kuasa Hukum PT Padasa Beri Tanggapan

Setelah itu, tim INAFIS Polres Kampar yang dipimpin oleh BRIPKA Yance Ade Sangputra mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP.

“Untuk itu kita berharap warga yang mengetahui korban harap segera melapor ke polsek terdekat atau bisa langsung ke RS bhayangkara Pekanbaru, “harap Zainal.

(ROMI)