Waspada,, Oknum Tak Bertanggung-jawab Catut Nama Kajari Buton Guna Keuntungan Pribadi

by -95 views

Buton, transparansiindonesia.co.id – Wow, nama Kepala Kejaksaan Negeri Buton dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab, guna mencari keuntungan pribadi.

Dimana dengan menggunakan nomor telepon dan mengatas-namakan Kajari Buton serta Kasi Intel Kejari Buton untuk mencari keuntungan.

Adapun nomor telepon yang digunakan oleh orang tak bertanggung jawab tersebut yakni 081223520991 yang mengatas-namakan Kajari Buton dan nomor telepon 082130224866 yang mengatas-namakan kepala seksi Kejari Buton.

Diketahuinya ada orang yang mencatut nama Kajari Buton dan Kasi Intel Kejari Buton, setelah mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton.

Maka dengan itu, Kajari Buton Ledrik V.M. Takaendengan SH.MH mengeluarkan surat pemberitahuan yang ditujukan Sekretaris Daerah yang ada di Buton, Buton Tengah dan Buton Selatan yang merupakan wilayah tugas Kejari Buton terkait adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab melalui nomor telepon yang mengatasnamakan Kejari Buton dan Kasi Intel Kejari Buton.

Baca juga:  2018 Tahun Politik, AMTI Tolak Politik Adu Domba

Dimana dalam surat tersebut, Kajari Buton Ledrik Takaendengan SH. MH menegaskan bahwa nomor-nomor tersebut diatas bukanlah nomor telepon dari Kajari Buton dan Kasi Intel Kejari Buton ataupun ASN pada lingkungan kerja Kejaksaan Negeri Buton.

Tapi nomor tersebut digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab dengan sengaja mencatut nama Kajari Buton dan Kasi Intel Kejari Buton untuk mendapatkan keuntungan (telah melakukan tindak penipuan).

Maka dari itu, Kajari Buton Ledrik Takaendengan menghimbau kepada seluruh OPD yang ada diwilayah tugas Kejari Buton, apabila menemukan adanya oknum atau siapapun yang meminta uang, barang, atau sesuatu apapun yang mengatas-namakan Kajari Buton atau ASN di Kejari Buton agar pada kesempatan pertama atau langsung menghubungi nomor berikut 0852 1042 0347 (atas nama Nur Rahmat), guna melakukan klarifikasi.

Baca juga:  Soal Aksi Ketua BEM UI kepada Presiden, Begini Tanggapan Mensos Idrus Marham

Dan apabila pimpinan OPD atau siapapun yang masih melayani nomor telepon dari orang atau oknum tak bertanggung jawab tersebut, maka menjadi tanggung jawab masing-masing.
(T2)*