Otban VIII Manado Pastikan Kepulangan 359 Jemaah Haji Sulut Berjalan Aman dan Lancar

“Ambar Suryoko: keselamatan dan pelayanan jemaah menjadi prioritas utama”.

foto saat kegiatan berlangsung.
foto saat kegiatan berlangsung.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HAJI, MANADO,- Kepulangan Ratusan Jemaah Haji asal Provinsi Sulawesi Utara melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kesuksesan proses debarkasi tersebut menjadi bukti kuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah yang telah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado (Otban VIII) memastikan seluruh tahapan pemulangan Jemaah Haji Kloter 5 Balikpapan (BPN) terlaksana sesuai prosedur keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan sipil. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh sejak keberangkatan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan hingga kedatangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sabtu (14/6/2026).

Sebanyak 359 jemaah beserta petugas haji dipulangkan menggunakan dua penerbangan maskapai Lion Air dengan pesawat registrasi PK-LHY dan nomor penerbangan JT-3664. Pembagian penerbangan dilakukan guna menjamin kelancaran proses debarkasi, mempercepat distribusi jemaah menuju daerah asal, sekaligus menjaga kualitas pelayanan selama perjalanan udara.

Penerbangan pertama mengangkut 175 jemaah dan petugas haji asal Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Minahasa, Kepulauan Sangihe, serta Kota Tomohon. Rombongan bertolak dari Balikpapan pukul 08.00 WITA dan mendarat di Manado pukul 09.45 WITA.

Sementara penerbangan kedua membawa 184 jemaah dan petugas haji asal Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa Utara, serta Minahasa Tenggara. Pesawat lepas landas dari Balikpapan pukul 13.25 WITA dan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 15.10 WITA.

Baca juga:  Kapolres Kotamobagu Perkuat Sinergi Pengamanan Objek Vital Nasional, Tinjau PT BDL dan PT JRBM

Sejak awal proses pemulangan, Otban VIII Manado menempatkan para Inspektur Penerbangan untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap seluruh aspek operasional. Pemeriksaan mencakup kesiapan pesawat, pelayanan penumpang, prosedur keselamatan penerbangan, keamanan bandar udara, hingga penanganan bagasi para jemaah.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, menegaskan bahwa pelayanan penerbangan haji merupakan salah satu tugas strategis yang memerlukan perhatian penuh dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Ambar, keberhasilan penyelenggaraan fase pemulangan tidak hanya diukur dari ketepatan jadwal penerbangan, melainkan juga dari kemampuan seluruh unsur terkait dalam menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kesehatan para jemaah hingga kembali berkumpul bersama keluarga.

“Otban VIII Manado terus melaksanakan pengawasan secara optimal terhadap seluruh proses operasional penerbangan haji. Fokus utama kami adalah memastikan setiap tahapan berjalan sesuai regulasi penerbangan sipil, mulai dari aspek keselamatan, keamanan, pelayanan penumpang hingga penanganan bagasi. Alhamdulillah seluruh jemaah dapat tiba di Sulawesi Utara dengan selamat dan lancar,” ujar Ambar Suryoko, kepada awak media, Minggu (14/6/26) Pagi tadi.

Ambar menambahkan, penyelenggaraan angkutan haji merupakan bentuk pelayanan negara kepada masyarakat. Karena itu, seluruh unsur terkait wajib menjaga standar pelayanan terbaik agar para jemaah memperoleh pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman setelah menjalani ibadah haji selama berpekan-pekan di Arab Saudi.

“Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak. Kolaborasi antara operator bandar udara, maskapai penerbangan, panitia penyelenggara ibadah haji, petugas keamanan, petugas kesehatan, serta instansi pendukung lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses pemulangan. Sinergi semacam ini harus terus dipertahankan pada penyelenggaraan angkutan haji di masa mendatang,” katanya.

Baca juga:  Komisi VI DPR-RI RDP Bersama PT. Angkasa Pura, CEP Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara

Suasana haru menyelimuti area kedatangan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado saat para jemaah mulai keluar dari terminal kedatangan. Tangis bahagia, pelukan hangat, serta ungkapan syukur mewarnai pertemuan antara jemaah dan keluarga yang telah menanti sejak pagi.

Sebagian besar jemaah tampak dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Kehadiran petugas daerah, panitia penerimaan haji, tenaga kesehatan, serta aparat keamanan turut membantu memperlancar proses penyambutan dan distribusi menuju kabupaten maupun kota asal.

Keberhasilan pemulangan Jemaah Haji Kloter 5 BPN menjadi cerminan kesiapan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sebagai salah satu simpul transportasi udara strategis di kawasan timur Indonesia. Dukungan pengawasan dari Otban VIII Manado turut memastikan seluruh standar keselamatan dan pelayanan penerbangan terlaksana secara konsisten.

Dengan berakhirnya proses kedatangan Kloter 5 BPN, Otban VIII Manado kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pelayanan penerbangan nasional, khususnya pada penyelenggaraan angkutan haji yang memiliki nilai penting bagi masyarakat dan negara. Keselamatan penerbangan, keamanan operasional, serta kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas pengawasan di sektor transportasi udara.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *