Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Komando Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi, dijadwalkan pada besok hari (Senin, 18 Mei 2020) akan menggelar aksi demonstrasi damai yang bertempat di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI).
Aksi demonstrasi damai yang akan berlangsung dari pukul 13:00 WIB tersebut, dalam rangka mengusut dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) terkait kartu Prakerja yang bernilai Rp.5,6 Triliun.
Dalam aksi pada besok hari, Kompak menegaskan agar KPK-RI dapat memeriksa tokoh-tokoh nasional, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sri Mulyani Indrawati, Belva Cs, terkait dugaan KKN dalam Kartu Prakerja.
Korlap Kegiatan Aksi damai tersebut, M. Jusuf mengatakan bahwa untuk lebih lancarnya aksi damai tersebut, agar dapat berkoordinasi dengan dirinya, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dam lancar, dan pihak KPK-RI dapat memenuhi akan tuntunan dari Kompak untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam Kartu Prakerja tersebut.
Dalam aksi tersebut damai tersebut, peserta dapat membawa perlengkapan seperti pengeras suara, spanduk, dan poster.
Dugaan korupsi yang bernilai Rp.5,6 Triliun harus dapat usut oleh KPK-RI, jangan biarkan mereka elit politik bermain dengan uang rakyat, karena KKN adalah musuh bersama.
(T2)*
