Minsel, transparansiindonesia.co.id – Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2027.
Musrenbang Maesaan, dilaksanakan setelah sebelumnya telah dilaksanakan Musrenbang di tingkat desa, yang menghasilkan berbagai usulan pembangunan.
Dalam kegiatan Musrenbang Kecamatan Maesaan tersebut, yang digelar di Desa Bojonegoro pada Jumat 30 Januari 2026 dihadiri pula oleh Novita Violetta Maramis S.Ak, yang merupakan anggota DPRD Minsel dari Dapil III.
Sebagaimana tujuan dan fungsi Musrenbang yakni menjadi forum partisipatif yang strategis dalam menjaring usulan dan aspirasi masyarakat untuk selanjutnya menjadi rencana kerja pemerintah yang disinkronkan dengan RPJMD.
Novita Violetta Maramis, anggota DPRD Minsel dalam kesempatan tersebut menyampaikan terkait aspirasi masyarakat ketika ia melakukan reses di Desa Tumani Selatan pada bulan Desember 2025 lalu.
Dimana ada beberapa usulan dari warga Kecamatan Maesaan yang disampaikan kepadanya tatkala melaksanakan reses, dan selanjutnya telah ia sampaikan dalam paripurna DPRD Minsel tentang penyampaian hasil reses anggota DPRD Minsel.
Ia pun menyampaikan beberapa usulan masyarakat yang perlu digarisbawahi dan harus menjadi prioritas pembangunan daerah.
Usulan-usulan tersebut yakni pembangunan jembatan Pinontalan yang ada di desa Tumani Selatan, dimana pembangunan jembatan Pinontalan tersebut sudah sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena merupakan akses masyarakat untuk pergi dan pulang dari kebun.
Diketahui, bahwa jembatan Pinontalan menjadi akses masyarakat di enam (6) desa di Kecamatan Maesaan, dalam melakukan aktivitas sebagai petani dan pekebun.
Selain itu juga, Novita Violetta Maramis mengatakan usulan dan aspirasi masyarakat yang ia terima yakni perbaikan akses jalan Tumani Utara – Lowian – Temboan.
Karena akses jalan tersebut menjadi sentra vital aktivitas masyarakat untuk ke ibukota Kecamatan.
Apalagi, dengan kondisi jalan yang rusak saat ini, juga sangat berpotensi terjadinya lakalantas yang berakibat fatal.
Terlebih lagi akses jalan tersebut, juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tiga desa di Kecamatan Maesaan yakni Lowian – Lowian Satu – dan Temboan untuk ke fasilitas publik seperti Kantor Kecamatan dan Puskesmas.
Selanjutnya, dihadapan Wakil Bupati dan jajaran pejabat Pemkab Minsel, NVM menyampaikan salah satu juga yang harus menjadi prioritas adalah peningkatan akses jalan lingkar Barat desa Tumani Raya.
Dimana akses jalan tersebut juga bisa menjadi jalan alternatif Kecamatan dan juga menjadi bagian dari jalan pertanian.
Selanjutnya, besar harapan agar pihak eksekutif dapat merealisasikan usulan-usulan yang disampaikannya tersebut, karena usulan-usulan yang ia dapat dan dengar ketika melaksanakan reses di Kecamatan Maesaan.
“Jadi ada beberapa usulan dan aspirasi masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas di Kecamatan Maesaan, yakni pembangunan jembatan Pinontalan, perbaikan akses jalan dari desa Tumani Utara ke Lowian dan Temboan, serta akses jalan lingkar barat desa Tumani, ini yang menjadi kebutuhan masyarakat yang berharap agar segera ditindaklanjuti dan direalisasikan,” ujar NVM. (Hen)*
