Pengukuhan Rukun Minaesa Jakarta Berlangsung Khidmat, Merajut Iman, Budaya, dan Persaudaraan

“Dalam Nuansa Natal dan Kunci Taon, Rukun Minaesa Teguhkan Persatuan Warga Perantauan”.(editor: wahyudi barik)

suasana saat kegiatan berlangsung, (foto istimewa)
suasana saat kegiatan berlangsung, (foto istimewa)

 

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, NASIONAL,- Suasana Kekeluargaan, Kehangatan Iman, serta Kekayaan Budaya Minahasa berpadu Indah dalam pelaksanaan Pengukuhan Ketua Umum Rukun Minaesa Jakarta dan Sekitarnya periode 2025–2028.

Kegiatan berlangsung di Mediteranian Function Room, Pacific Place Mall, Jakarta Selatan belum lama ini.

Hajatan tersebut dirangkaikan dengan Perayaan Natal dan Kunci Taon sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui, sekaligus menjadi ruang perjumpaan batin bagi warga Minaesa, khususnya perantau asal Tompaso Baru dan Maesaan, untuk mempererat tali persaudaraan dalam semangat kebersamaan.

Dalam suasana yang khidmat dan penuh sukacita, Dra. Nontje Winarno Masengi, M.Hum., M.Th., resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum bersama jajaran pengurus periode 2025–2028.

Lebih dari 200 tamu undangan hadir, terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh rohani, serta perwakilan keluarga besar Minaesa di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Martje Posumah Masengi, meneguhkan rasa cinta tanah air dalam bingkai kebudayaan daerah.

Prosesi adat Minahasa kemudian membuka acara dengan penuh wibawa. Para pengurus diiringi pasukan Kabasaran memasuki ruangan, menghadirkan suasana sakral yang mencerminkan keberanian, kehormatan, serta semangat persatuan masyarakat Minahasa.

Dentuman tetabuhan tradisional menggema lembut di ruang pertemuan, mengajak seluruh hadirin untuk sejenak merenungkan akar budaya yang terus hidup dalam perjalanan generasi.

Wejangan adat disampaikan oleh sesepuh Minaesa, Kawengian, dalam bahasa Tontemboan. Dengan tutur yang bijak dan penuh keteduhan, beliau mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebersamaan, saling menghormati, serta kesetiaan terhadap warisan leluhur dalam menjalankan roda organisasi.

Baca juga:  Rakornas 2026, Kapolres Bitung dan Pemkot Perkuat Konsolidasi Pemerintahan

Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Ketua Umum K3, Ibu Angelica Tengker. Penandatanganan Surat Keputusan dilakukan secara berurutan oleh unsur adat dan pembina organisasi, sebagai simbol tanggung jawab moral dan spiritual terhadap amanah kepemimpinan.

Penyerahan SK serta Pataka Bendera Rukun Minaesa kepada Ketua Umum terpilih menjadi momen yang sarat makna. Kibaran bendera sebanyak tiga kali mencerminkan dimulainya perjalanan baru dalam semangat persatuan.

Dalam sambutannya, Angelica Tengker mengajak seluruh pengurus untuk menjaga makna luhur nama Minaesa.

“Minaesa berarti persatuan. Kiranya nilai tersebut senantiasa menjadi pegangan dalam setiap langkah pelayanan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ketulusan dan kerendahan hati merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan.

Setelah pengukuhan, doa pengutusan dipimpin oleh Pdt. Dr. Shedpard Supit. Doa tersebut memohon hikmat, kekuatan, dan tuntunan Tuhan bagi seluruh pengurus agar mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas.

Suasana hening dan penuh penghayatan menyelimuti ruangan, mencerminkan kesadaran bersama bahwa pelayanan organisasi tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga spiritual.

Dalam sambutan perdananya, Dra. Nontje Winarno Masengi menyampaikan pesan yang sarat kerinduan terhadap tanah kelahiran.

Ia mengajak seluruh anggota untuk tidak melupakan kampung halaman sebagai sumber nilai, kenangan, serta pembentukan karakter.

“Tompaso Baru dan Maesaan selalu hidup dalam ingatan torang. Di sanalah torang belajar tentang kasih, kebersamaan, dan kehidupan,” ungkapnya dengan penuh kehangatan.

Baca juga:  Tips Memilih Bengkel Las Profesional di Jakarta untuk Hunian dan Bisnis

Dirinya juga mengajak seluruh warga Minaesa untuk terus memelihara semangat Mapalus sebagai wujud gotong royong dan saling menopang dalam kehidupan perantauan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Natal yang dipimpin oleh Pdt. Michael Ponelo. Dalam khotbah bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Ia mengajak jemaat untuk memaknai kelahiran Yesus sebagai sumber pengharapan dan kasih.

Seraya menekankan pentingnya hidup dalam semangat saling mengasihi, membangun keluarga dan komunitas yang dilandasi pengampunan serta kerendahan hati.

Doa syafaat untuk Indonesia dipimpin oleh Pdt. Dr. Leo Peleng, M.Th., M.Pd., sebagai ungkapan cinta terhadap tanah air dan harapan akan masa depan yang damai.

Ibadah ditutup dengan doa berkat oleh Pdt. Dantje Wulur, MA, menandai berakhirnya rangkaian rohani dalam suasana penuh syukur.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hiburan rohani oleh Eka Delly serta sesi ramah tamah yang mempererat keakraban. Pembagian door prize oleh Bendahara Umum, Chenly S.V. Lumingkewas, ST., MAP, menambah keceriaan kebersamaan.

Pengukuhan Ketua Umum Rukun Minaesa Jakarta dan Sekitarnya menjadi lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Kegiatan tersebut menghadirkan ruang perjumpaan antara iman, budaya, dan rasa kekeluargaan yang terus dirawat di tengah kehidupan perantauan.

Di bawah kepemimpinan Dra. Nontje Winarno Masengi, Rukun Minaesa diharapkan semakin tumbuh sebagai wadah persatuan, pelayanan, dan pelestarian nilai-nilai luhur Minahasa bagi generasi masa depan.

 

(Redaksi)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *