LSM AMTI Apresiasi Kinerja Kapolresta Manado Dan Jajarannya, Kota Religius Harus Bebas Provokator Dan Tarkam

“Kapolresta Manado, Kombes Pol, Irham Halid Pimpin Operasi Tegas, Premanisme dan Tarkam Diberantas dari Ibu Kota Sulut”.

Foto istimewa
Foto istimewa

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HUKRIM, MANADO,- Jajaran Polresta Manado di bawah kepemimpinan Kombes Pol, Irham Halid kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga Stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Wilayah Manado.

Sepanjang Periode 8 hingga 14 Februari 2026, Aparat Kepolisian berhasil mengamankan Delapan terduga Pelaku pembawa Senjata Rajam serta individu terlibat aksi tawuran dan kekerasan jalanan di sejumlah titik rawan.

Operasi berlangsung intensif melalui patroli rutin, pemetaan wilayah rawan konflik, serta respons cepat atas laporan masyarakat.

Langkah represif terukur diambil setelah pendekatan persuasif serta imbauan kamtibmas tidak memperoleh respons positif. Bahkan, pada beberapa peristiwa, petugas menghadapi perlawanan langsung dari pelaku.

Rangkaian Penindakan di Sejumlah Lokasi, Dalam kurun satu pekan, aparat mencatat sejumlah penindakan sebagai berikut:

Pasar Unyil – Minggu, 8 Februari 2026

Petugas mengamankan DP (24), VK (29), serta EK (26). Ketiganya diamankan sebelum mencapai titik kerumunan setelah terdeteksi membawa senjata tajam.

Banjer – Senin, 9 Februari 2026

JPM (17) serta AUL (16) diduga memicu keributan menggunakan tombak rakitan. Keduanya langsung dibawa ke Mapolresta guna pemeriksaan lanjutan.

Sindulang – Kamis, 12 Februari 2026

JD (21) terlibat kasus penganiayaan terhadap anggota Brimob menggunakan panah wayer. Peristiwa tersebut memicu atensi serius aparat karena membahayakan keselamatan petugas.

Pasar Unyil – Jumat, 13 Februari 2026

FM alias Alung (21) diamankan dengan barang bukti dua bilah badik siap pakai.

Mayondi – Sabtu, 14 Februari 2026

RU alias Gusdur (23) diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam aksi tawuran kelompok.

Total delapan orang diamankan dalam satu pekan operasi. Seluruh pelaku menjalani proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca juga:  CEP Hadiri Pesta Adat Tulude GMIM Diaspora Karame, Apresiasi Pelestarian Nilai Budaya

Kapolresta Manado menegaskan bahwa jajaran kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik kekerasan jalanan, tawuran antar kelompok, serta aktivitas pembawa senjata tajam.

Aparat siap mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap setiap bentuk perlawanan berbahaya. Upaya penindakan diarahkan demi melindungi keselamatan masyarakat luas serta menjaga wibawa hukum.

Manado sebagai ibu kota Sulawesi Utara dinilai wajib berada dalam kondisi aman, tertib, serta terbebas dari aksi provokasi pihak tidak bertanggung jawab.

Ketua LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja jajaran Polresta Manado.

Tommy menyampaikan bahwa langkah aparat mencerminkan keseriusan menjaga marwah kota serta melindungi warga dari ancaman kekerasan.

“Manado merupakan kota religius, kota damai, kota penuh toleransi. Kehidupan sosial terbangun atas dasar saling menghormati serta hidup rukun. Kehadiran perusuh hanya menciptakan keresahan. Aparat patut diapresiasi karena berani bertindak tegas demi menjaga kehormatan daerah,” ujar Tommy, kepada awak media, Senin (16/2/26).

Tommy juga menegaskan bahwa pelaku tawuran, pembawa senjata tajam, serta aktor tarkam wajib memperoleh efek jera melalui proses hukum tegas.

“Premanisme, kekerasan jalanan, provokasi sosial tidak boleh berkembang. Aparat berhak mengambil tindakan terukur demi keselamatan publik. Langkah tegas menjadi pesan kuat bahwa negara hadir melindungi rakyat,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Tommy Turangan turut memberikan pujian khusus kepada Kapolresta Manado, Kasat Reskrim, serta seluruh personel, termasuk tim Resmob, atas dedikasi tanpa lelah menjaga stabilitas keamanan.

Menurut Tommy, kerja lapangan intensif, patroli malam, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat membuktikan profesionalisme aparat.

“Kinerja Kapolres bersama jajaran layak mendapat penghormatan publik. Keberanian, ketegasan, serta komitmen terhadap hukum mencerminkan semangat pengabdian sejati,” ungkapnya.

Baca juga:  Kontraktor Pembangunan Krematorium Batam Menerima Cek Kosong,Dan Melaporkan PT Unggul Sokaja Kepolisian

Selain penindakan hukum, Tommy menekankan pentingnya peran keluarga, tokoh agama, pendidik, serta pemerintah kelurahan dalam membina generasi muda.

Menurutnya, maraknya tawuran tidak dapat dilepaskan dari lemahnya pengawasan sosial serta minimnya pembinaan karakter.

Orang tua diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak. Tokoh agama didorong memperkuat nilai moral, etika, serta spiritualitas dalam kehidupan remaja. Pemerintah setempat diimbau memperluas program pembinaan kepemudaan, olahraga, seni, serta kewirausahaan.

Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu menekan potensi konflik sejak dini. Manado dikenal sebagai kota plural, toleran, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Kerukunan antarumat beragama menjadi fondasi kehidupan sosial.

Kehadiran kelompok perusuh, provokator, serta pelaku kekerasan dinilai bertentangan dengan karakter masyarakat lokal. Praktik semacam itu hanya mencederai citra daerah serta menghambat pembangunan sosial.

Tommy Turangan menegaskan bahwa pihak-pihak perusak ketertiban tidak layak memperoleh ruang hidup di tengah masyarakat damai.

“Manado bukan tempat bagi perilaku anarkis. Kota damai wajib dilindungi bersama. Aparat, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pemerintah harus berdiri dalam satu barisan menjaga kehormatan daerah,” tutupnya.

Melalui rangkaian penindakan sepanjang Februari 2026, Polresta Manado kembali menegaskan komitmen menjaga keamanan sebagai prioritas utama.

Upaya preventif, persuasif, serta represif terus digerakkan secara seimbang. Pesan kepada publik semakin jelas: tidak ada ruang bagi tawuran, senjata tajam, provokasi, maupun kekerasan jalanan di ibu kota Sulawesi Utara.

Stabilitas keamanan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial harmonis, serta masa depan generasi muda Manado.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *