Minta KPK Usut Dugaan Korupsi Bandara Tator, Halaman Kantor KPK Dipenuhi Karangan Bunga

by -208 views

Jakarta/transparansiindonesai.com – Halaman Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dipenuhi karangan bunga, pada Jumat (23/2/2018), dimana karangan bunga tersebut sebagai bentuk harapan masyarakat, agar lembaga anti rasuah tersebut dapat mengungkap berbagai kasus korupsi, termasuk didalamnya dugaan kasus korupsi pembangunan bandara Tana Toraja (Tator).

Peletakan sejumlah karangan bunga tersebut, dilakukan hanya berselang satu hari setelah penyidik KPK Novel Badwedan, kembali ke Kantor KPK, dimana sebelumnya Novel Baswedan, selama 10 bulan dirawat di Singapura karena diserang oleh orang tak dikenal.

Karangan-karangan bunga tersebut berisi desakan dan harapan masyarakat kepada KPK agar supaya dapat membongkar berbagai kasus korupsi, termasuk salah satunya dugaan kasus korupsi pembebasan lahan pembangunan bandara Mangkendek, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang diduga merugikan Negara ratusan Miliar rupiah.

Baca juga:  Kejagung Peduli, Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Sulteng

KPK diminta untuk segera turun tangan membongkar kasus pembangunan bandara Tana Toraja, yang diduga merugikan uang Negara Ratusan Milliar rupiah, jangan hanya pencitraan saja, tapi buktikan dong ke masyarakat Sulawesi Selatan, bahwa KPK bisa, seperti yang dikatakan DPD KNPI Provinsi Sulawesi Selatan.

“KPK jangan tebang pilih kasus, Mahasiswa dan Pemuda Tana Toraja mendesak agar KPK bongkar kasus korupsi bandara Tana Toraja, yang merugikan uang negara ratusan milliar rupiah.” demikian disampaikan Mahasiswa dan Pemuda dan Toraja.

Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, atau ditahun 2017 kemarin, LSM AMTI (Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia), pernah melakukan orasi didepan kantor KPK dan Kemenhub, agar KPK segera turun menyelidiki adanya dugaan kasus korupsi pembangunan bandara Tator.

Baca juga:  Hendrik Yance Udam Diusulkan Jadi Staf Khusus Presiden Bidang Percepatan Pembangunan Indonesia Timur

“Waktu itu kita sempat lakukan orasi didepan kantor KPK, meminta agar lembaga anti rasuah tersebut segera turun menyelidiki adanya dugaan kasus korupsi dalam proyek tersebut, dan semoga dengan kembalinya penyidik KPK Novel Baswedan ke kantor KPK, kasus ini akam segera ditindak lanjuti, itu sudah.” kata Tommy Turangan SH, selaku Ketum AMTI.   (red/TI)*