Diprediksi Tak Lolos PT, Ini Tugas PSI untuk Sukses 2024

Nasional46 Dilihat

Jakarta, transparansiindonesia.co.id — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mungkin gagal melaju ke Senayan karena sejauh ini berdasar quick count, jumlah suara mereka kurang dari empat persen yang menjadi ambang batas parliamentary treshold. Tapi, kabarnya PSI punya kans besar untuk menempatkan kadernya di DPRD DKI Jakarta.

Banyak teman saya yang untuk DPR RI tidak memilih PSI, tapi untuk DPRD DKI Jakarta sengaja memilih partai yang dikomandoi Grace Natalie ini. Alasannya sederhana, pokok mencari partai yang bisa mengawasi Anies Baswedan di DKI Jakarta.

Kemenangan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta lalu itu memang masih meninggalkan banyak kecaman. Salah satu alasan kenapa banyak silent majority maupun minoritas yang fight di Pilpres kemarin karena alasannya sederhana, nggak mau apa yang terjadi di DKI Jakarta terulang di nasional.

Apalagi sudah jelas yang jadi lawan Jokowi adalah koalisi yang dulu mengusung Anies. Kelompok yang didukung juga oleh FPI, HTI, dan sebangsanya. Serta dalam berbagai isu politiknya tak segan menggunakan isu SARA. Ini yang mereka mau lawan. Kalau sampai kelompok itu menang di nasional maka akan jadi preseden buruk karena mereka akan terus mengulangi pola yang sama di daerah.

Anies juga banyak disorot karena standar masyarakat tentang kinerja Gubernur DKI Jakarta itu sudah terlanjur tinggi pasca era Jokowi maupun Ahok. Bahkan mungkin mereka yang saat Pilkada memilih Anies juga sekarang ada yang mengutuki kenapa kok Anies nggak bisa seperti Ahok dalam bekerja termasuk bagaimana dulu Balaikota adalah tempat mengadu bagi warga Jakarta. Hal yang ditemui di jaman Ahok, tapi tak bisa dilakukan lagi di era Anies.

Baca juga:  Bowo; "Saya Tak Pernah Terima Duit dari Tetty"

Banyak Ahokers maupun non-Ahokers yang menghargai kinerja Ahok meletakkan harapan besar dengan memilih PSI maka akan ada yang berani sengit di DPRD melawan kebijakan Anies yang dirasa nggak masuk akal. Bagi mereka ini, kehadiran partai seperti PDIP, Golkar, dan sebagainya dirasa kurang ‘nendang’ untuk melawan Anies.

Maka DPRD DKI Jakarta ke depan ini akan menarik. Berisiknya PSI bisa jadi akan sangat mengganggu Anies karena akan banyak hal yang dibuka blak-blakan ke publik. Anies yang sangat mungkin berambisi maju jadi Capres di 2024 tentu paham bahwa kalau dia salah langkah dalam beberapa tahun ke depan maka karier politiknya akan habis.

Pun saya rasa tidak ada jaminan pasti Gerindra, PKS, PAN yang semula mendukung Anies akan tetap iya-iya saja dengan kebijakannya. Politik itu dinamis dan semua pihak punya kepentingan. Partai-partai itu tentu juga punya rencana untuk 2024 maupun untuk Pilgub berikutnya. Belum tentu juga Anies lagi yang akan mereka usung. Jadi sangat mungkin pun Anies tidak akan punya back-uppolitik yang solid dalam memimpin Jakarta beberapa tahun ke depan.

Baca juga:  Optimalisasi CJS, Kejari Nganjuk Gelar Rakor Bersama APH

Anies pun saya yakin sadar, sudah banyak politikus maupun kepala daerah yang sekarang mulai tebar pesona untuk 2024. Ada yang bekalnya uang, massa, popularitas, ada yang bekalnya kinerja. Anies punya modal populer, namun dia juga tahu bahwa namanya terlanjur tercoreng sejak sepak terjangnya menuju DKI Jakarta 1. Tahun-tahun ke depan akan jadi moment dirinya menjawab pertanyaan publik : dia ini sebenarnya becus jadi pemimpin atau cuma modal kata-kata saja.

PSI pun demikian. Meski saya agak kaget mereka kabarnya kalah perolehan suara dari Partai Berkarya, tapi ada trend PSI ini diminati masyarakat yang moderat melihat lumbung suaranya banyak di kota besar dan luar negeri. Mungkin masih banyak yang kemarin ragu memilih PSI karena jangan-jangan “Partai baru juga ujung-ujungnya sama saja kalau jadi wakil rakyat“.

Nah, ini waktunya menjawab. Apakah PSI akan bisa tetap kritis dan ribut seperti yang mereka tampilkan atau ujung-ujungnya mereka akan melempem juga? Apalagi ini kesempatan karena yang maju di DPRD bukan kader-kader mereka yang sering wira-wiri di tv nasional seperti Grace, Tsamara, Dini Purwono, maupun Rian Ernest.

Jika kader ‘lapis 2’ PSI bisa bergigi mengawasi Anies, maka masyarakat mungkin di 2024 akan lebih yakin memilih caleg PSI di tingkat nasional pada Pileg 2024 mendatang. Kita tunggu saja.

 

 

(red)*