Sulut, transparansiindonesia.co.id – Setelah menajalani pendidikan selama kurang lebih 7 bulan di SPN Karombasan Manado, sebanyak 317 siswa Bintara Polri didikan Sekolah Polisi Negara Polda Sulut, dilantik oleh Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Nana Sujana menjadi anggota Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua.
Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2020/2021 ini dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Nana Sudjana, di Lapangan Tribrata SPN Polda Sulut, Senin (28/6/2021), dan dihadiri oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko, Kepala SPN Polda Sulut AKBP Sucahyo Hadi, para PJU Polda dan Bhayangkari.
Penutupan Diktukba sekaligus pelantikan siswa menjadi anggota Polri ini ditandai dengan penanggalan tanda pangkat siswa, pemasangan tanda pangkat efektif, penyerahan piagam penghargaan dan pengalungan medali kepada 3 perwakilan siswa oleh Kapolda Sulut, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah sebagai anggota Polri dan penandatanganan Berita Acara.
Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2020/2021 ini juga dilaksanakan di Sepolwan Lemdiklat Polri dan di 31 SPN Polda di Indonesia.
Kapolri melalui Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana menyampaikan selamat kepada para Bintara Remaja Polri yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pembentukan Bintara Polri tahun anggaran 2020/2021 menjadi anggota Polri dengan menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua.
Dengan berakhirnya program pendidikan ini, Polri telah berhasil menambah personel golongan pangkat Bintara sebanyak 11.198 orang, terdiri atas 10.638 polisi laki laki dan 560 polisi wanita, di seluruh Indonesia.
“Hal ini tentunya menjadi suatu kekuatan strategis untuk menunjang pelaksanaan tugas Polri agar lebih optimal. Melalui penambahan jumlah personel ini, diharapkan penyebaran pelayanan publik semakin luas, dan kehadiran polisi di tengah lingkungan sosial akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Irjen Pol Nana Sudjana membacakan amanat Kapolri.
Kapolda berharap dengan pelantikan ini berarti telah melekat identitas dan kehormatan profesi serta tugas dan tanggung jawab sebagai Bhayangkara Negara yang dituntut untuk senantiasa harus mampu diaktualisasikan dalam setiap sikap, tutur kata dan perilaku hidup, baik dalam kedinasan maupun di luar kedinasan, sehingga mampu menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat.
“Kehadiran mereka akan menjadi cerminan layanan Polri secara keseluruhan. Saya berharap Bintara Remaja ini mampu merubah wajah Polri menjadi Polri yang memenuhi harapan masyarakat, Polri yang memenuhi harapan rakyat dengan berorientasi kepada kepentingan masyarakat, berbasis pada hukum yang berkeadilan, menghormati hak asasi manusia serta mengawal proses demokrasi,” harap Kapolda.
Pada pendidikan pembentukan Bintara di SPN Polda Sulut ini, Kapolda menyatakan rasa syukurnya karena selama pendidikan 7 bulan, seluruh anggota tidak ada yang sakit, termasuk tidak ada yang positif covid 19.
“Dari 317 Bintara baru ini, ada sekitar 39 orang yang akan ditempatkan di Mabes Polri, yaitu di TI, Densus dan Brimob, dan selebihnya akan ditempatkan di Polda Sulut,” tandas Irjen Pol Nana Sudjana.
Salah satu yang dilantik oleh Kapolda Sulut dalam acara tersebut adalah putra desa Lowian Satu Jiv Umboh, putra dari Vanny Umboh dan Jelly Tamunu yang merupakan warga Desa Lowian Satu, Kecamatan Maesaan Kabupaten Minsel, dengan tekad dan ketekunannya masuk Polri, hingga membuahkan hasil, selain Jiv, ada juga satu putra Lowian lainnya yakni Gideon Pakasi, Putra ke-dua dari Harly Pakasi yang juga adalah anggota Polri dan Syeni Kawengian, yang kini tinggal di Tondano. (red/TI)*
