September, Pengucapan Syukur Serentak se-Sulut

by -14 views

Sulut, transparansiindonesia.co.id -Sebagai langkah penanganan penyebaran Covid 19, Pemerintah Propinsi bersama pihak terkait terus mengambil langkah antisipasi.

Salah satunya tradisi keagamaan Pengucapan Syukur yang biasanya dilakukan di sebagian besar kebupaten kota di Sulut tak luput mendapat perhatian.

Sesuai hasil rapat bersama

Pemerintah Propinsi yang dipimpin langsung Gubernur Olly Dondokambey SE, Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, Ketua BPS Sinode GMIM Pdt Dr Hein Arina di Hotel Luwansa Manado, Senin (28/06/2021), diputuskan pelaksanaan Pengucapan Syukur serentak dilaksanakan pada September 2021 nanti.

“Sesuai hasil rapat bersama antara pemerintah dan tokoh agama, pelaksanaan Pengucapan Syukur akan dilaksanakan serentak pada September nanti sekaligus pelaksanaan HUT Propinsi Sulut,” ungkap Gubernur Olly usai mengikuti rapat bersama.

Baca juga:  Terkait Kasus Penyimpangan Dana Bantuan Korban Banjir Manado, AMTI Minta Kejagung Harus Cari Pembuktian Materil bukan Formilnya

Kendati begitu kata Gubernur familiar ini pihaknya masih terus memantau sekaligus mengevaluasi penyebaran covid saat ini.

“Tapi soal protap kesehatan yang ketat akan tetap dilakukan di tiap perbatasan daerah. Dan protapnya pelaksanaan saat Pengucapan Syukur masih dilihat perkembangan dan hasil evaluasi, jika terus meningkat maka pelaksanaannya hanya dilakukan di dalam rumah saja,” tambahnya lagi.

Lanjutnya, hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran covid 19, yang saat ini meningkat di seluruh Indonesia.

“Memang ada peningkatan di daerah kita dengan adanya penambahan puluhan kasus baru, tentunya hal ini harus terus dipantau agar dapat diatasi,” jelas Gubernur Olly.

Baca juga:  Komitmen HBL Foundation Bantu Warga Sulut

Ketua BPS Sinode GMIN Hein Arina mengatakan hal yang sama ini. “Ini sebagai langkah antisipasi,” katanya singkat.

Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa menjelaskan ancar-ancarnya ibadah pengucapan syukur di gereja hanya akan diikuti sesuai ketentuan yang ditetapkan.

“Sebagian besar warga akan melaksanakannya di rumah saja. Dan di tiap perbatasan akan dilakukan test swab bagi pendatang. Serta dilarang menggunakan motor   saat berkunjung ke pengucapan, yang diperbolehkan memakai kendaraan roda empat,” urai sosok yang juga Staf Khusus Gubernur Sulut itu.

Hadir pada rapat ini Sekretaris Propinsi Sulut Edwin Silangen SE MS, seluruh kepala daerah kabupaten kota se-Sulut, pengurus FKUB Sulut dan para tokoh agama.(***)