JAKARTA, TI – Wajah para anggota DPR terlihat senang dan sumringah ketika mendengar pendapatan mereka sebagai wakil rakyat dinaikkan.
Para anggota DPR, mendapatkan penambahan pendapatan setelah tunjangan rumah untuk anggota DPR dinaikkan.
Kenaikan tunjangan rumah anggota DPR tersebut, mendapat sorotan dan kritikan tajam dari lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI).
Ketua umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH mengatakan sangat tidak relevan menaikkan tunjangan DPR ditengah efisiensi anggaran saat ini.
Menurutnya, anggaran yang diplot untuk menambah tunjangan rumah setiap anggota DPR tersebut, seharusnya bisa dialokasikan untuk hal-hal atau program yang menyentuh rakyat secara langsung.
“Ditengah efisiensi anggaran, rakyat makin susah, ehh kok malah tunjangan anggota DPR dinaikkan, rakyat makin susah apakah ini sebagai bentuk kemerdekaan bagi rakyat Indonesia..? Namun nyatanya rakyat terutama petani belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan, kemerdekaan mendapatkan apa yang petani butuhkan, belum lagi infrastruktur pertanian yang masih banyak yang harus diperbaiki,” jelas Turangan.
Begitupun, Tommy Turangan menyoroti kenaikan tunjangan DPR dan gaji pegawai negeri sipil termasuk para tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan.
Dikatakan Turangan, seharusnya juga selain memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil, pemerintah juga harus memperhatikan tenaga guru dan tenaga kesehatan, karena mereka adalah garda terdepan dalam melahirkan generasi yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang sehat dan cerdas.
“Pendidikan adalah yang sangat penting, begitupun dengan kesehatan, maka sudah seharusnya pemerintah memperhatikan tenaga guru dan tenaga kesehatan, serta yang paling penting, memudahkan rakyat petani mendapatkan kebutuhan petani seperti pupuk, benih, ketersediaan infrastruktur pertanian yang baik, mudah mendapatkan alsintan, serta pendampingan dari tenaga penyuluh,” ujar Turangan. (T2)*






