Cegah Penyakit Malaria, Pemkab Rokan Hilir Ajak Warga Jaga Kebersihan Dan Terapkan PHBS

RIAU13549 Views

ROHIL, TI – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, gencar melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyakit Malaria.

Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles, instens melakukan sosialisasi bersama dengan dinas terkait untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya penyakit Malaria.

Maka dari itu, Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles mengajak kepada masyarakat Rokan Hilir untuk kiranya dapat menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Warga masyarakat pun dihimbau untuk kiranya dapat memperhatikan tampungan-tampungan air, maupun wadah-wadah yang bisa menampung air, karena tempat tersebut merupakan menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit Malaria.

Lanjut Bupati dan Wakil Bupati, masyarakat pun dihimbau dan siaga dengan gigitan nyamuk penyebab penyakit malaria, karena penyakit malaria dapat menyebabkan kematian.

Untuk diketahui, Malaria adalah penyakit serius yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.

Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, dan nyeri otot, serta dapat menyebabkan komplikasi serius seperti anemia berat, gagal organ, hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca juga:  Wawancara Hambali Jadi Sorotan: Gaya Bicara Tegas, Wajah Penuh Waswas.!

Penyebab Malaria

Parasit Plasmodium:
Malaria disebabkan oleh infeksi parasit bernama Plasmodium yang memiliki beberapa spesies, seperti P. falciparum, P. vivax, P. ovale, dan P. malariae.

Gigitan Nyamuk Anopheles Betina:
Penularan utama terjadi saat nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi menggigit manusia. Parasit akan masuk ke aliran darah manusia, lalu berkembang di hati dan menyerang sel darah merah.

Penularan Lain:

Malaria juga dapat menular melalui cara lain, meski tidak umum, seperti:

Transfusi Darah: Jika darah yang ditransfusikan mengandung parasit malaria.

Penggunaan Jarum Suntik: Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan dipakai bersama oleh orang yang terinfeksi.

Ibu ke Bayi: Penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan (malaria kongenital).

Dampak Malaria

Risiko Kematian:
Malaria dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kematian jika tidak diobati secara cepat dan tepat.

Baca juga:  Tambang Galian C Ilegal di Kampar Terus Beroperasi, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Komplikasi:
Penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, termasuk anemia berat, edema paru (cairan di paru-paru), gagal ginjal, hingga malaria serebral yang memengaruhi otak, menyebabkan kejang atau koma.

Perkembangan Resistensi:
Parasit malaria dapat mengembangkan resistensi terhadap obat-obatan umum, sehingga pengobatan perlu disesuaikan dan dilakukan oleh profesional kesehatan.

Menerapkan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu upaya dalam mencegah penyakit malaria, dengan melakukan pola 3M.

PHBS adalah semua tindakan yang dilakukan atas kesadaran pribadi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri, keluarga, serta lingkungan demi meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit.

Tujuannya adalah menciptakan individu, kelompok, dan masyarakat yang sadar kesehatan, mampu menolong diri sendiri, serta aktif dalam aktivitas kesehatan masyarakat.

Selanjutnya, kepada instansi dan dinas terkait dilingkungan Pemkab Rokan Hilir untuk lebih mengoptimalkan kinerja dalam hal pelayanan kesehatan termasuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya penyakit malaria. (T2)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *