JAKARTA, TI – Komisi VI DPR-RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke ibukota negara (IKN) yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Kunker Komisi VI DPR-RI yang dilaksanakan pada Kamis 29 Januari 2026 tersebut, juga diikuti oleh salah satu anggota Komisi VI yakni DR (HC). Christiany Eugenia Paruntu SE., S.Th., MA.
Maksud dan tujuan kunjungan kerja komisi VI DPR-RI ke IKN guna meninjau langsung progres dan perkembangan proyek pembangunan IKN yang merupakan kawasan inti pemerintahan.
Christiany Eugenia Paruntu (CEP) anggota komisi VI DPR-RI dari fraksi Golkar mengatakan bahwa kunker kali ini difokuskan pada peninjauan sejumlah proyek strategis nasional.
Proyek yang ditinjau diantaranya pembangunan Istana Negara, Plaza Legislatif serta ada pula taman Kusuma Bangsa yang menjadi tujuan peninjauan komisi VI DPR-RI.
“Komisi VI DPR-RI melakukan peninjauan di IKN yang memiliki maksud dan tujuan guna memastikan progres dan kegiatan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, tepat waktu serta sesuai dengan anggaran atau dana yang ditetapkan,” ujar Christiany Eugenia Paruntu.
Berada di kawasan IKN, Komisi VI DPR-RI menerima paparan dari Basuki Hadimuljono, mantan Menteri PU yang sekarang menjadi kepala otoritas ibukota negara.
Paparan yang disampaikan oleh Basuki Hadimuljono terkait capaian pembangunan, kendala dilapangan dan langkah-langkah percepatan dalam rangka penyelesaian proyek pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi VI DPR-RI menekankan tentang pentingnya pengawasan terhadap kualitas pembangunan dan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Hal tersebut sebagaimana fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga legislatif, guna memastikan penggunaan anggaran negara tepat sasaran dan bermanfaat guna.
“Dalam kesempatan ini, kami Komisi VI DPR-RI mendorong agar pembangunan IKN tetap memperhatikan prinsip keberlangsungan lingkungan serta yang tak kalah pentingnya juga adalah melibatkan tenaga kerja lokal,” kata CEP, yang merupakan Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulawesi Utara.
Selanjutnya, CEP menyampaikan berbagai harapan terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang harus berjalan optimal, dan kiranya IKN dapat menjadi simbol pemerintahan yang modern.
“Harapannya melalui Kunker dari kami Komisi VI DPR-RI, agar terwujudnya visi pemindahan ibukota negara yakni IKN dapat menjadi simbol pemerintahan yang modern, efisien dan berwawasan lingkungan,” tutupnya. (Hen)*
