Respons Cepat Polsek Lembeh Selatan Selamatkan Balita dari Ancaman Senjata Tajam

“Konflik Rumah Tangga Berujung Ancaman Balita, Polisi Bertindak Sigap”.

Pelaku dan barang bukti diamankan pihak Polsek lembe, (foto istimewa)
Pelaku dan barang bukti diamankan pihak Polsek lembeh selatan, (foto istimewa)

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HUKRIM, HUMAS POLRES BITUNG,- Profesionalisme Aparat Kepolisian kembali terbukti melalui tindakan cepat jajaran Polsek Lembeh Selatan, saat menggagalkan dugaan pengancaman pembunuhan terhadap seorang Anak Balita di Wilayah Kelurahan Batu Lubang, Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung, Sabtu (14/2).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Seorang Pria berinisial JL (36) diduga mengancam Anak Kandung berusia Tiga Tahun,memakai senjata tajam usai konflik Rumah Tangga bersama Istri berstatus Pekerja Luar Negeri.

Aksi berbahaya tersebut segera terhenti setelah warga menyampaikan laporan kepada kepolisian. Berkat respons sigap aparat, korban berhasil diamankan dalam kondisi selamat tanpa luka fisik.

Informasi awal diterima petugas Piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu sekitar pukul 17.10 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di tempat perkara, aparat menerapkan pendekatan persuasif, mengedepankan dialog, serta menjaga stabilitas lingkungan sekitar. Koordinasi dilakukan bersama perangkat kelurahan serta tokoh masyarakat demi memastikan keselamatan korban tetap terjaga.

Baca juga:  Terungkap,, James Sumendap Tak Masuk Struktur PDI-P Sulut; Saya Tak Ingin Dipimpin OD

Melalui langkah terukur, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan. Pelaku kemudian dibawa menuju markas kepolisian guna menjalani pemeriksaan awal.

Penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan Anak Polres Bitung demi pendalaman hukum lebih lanjut.

Kapolsek Lembeh Selatan, Jhon Marisi, menegaskan bahwa penyelamatan korban menjadi fokus utama sejak laporan pertama diterima.

“Setelah informasi masuk, anggota langsung bergerak menuju lokasi. Prioritas utama terletak pada penyelamatan anak supaya terhindar dari bahaya serius. Syukur, korban berhasil diamankan dalam kondisi aman,” ujar Jhon Marisi.

Menurutnya, seluruh personel bertindak profesional, humanis, serta bertanggung jawab demi menjaga ketertiban wilayah.

“Pendekatan persuasif menjadi pilihan utama supaya situasi tetap terkendali tanpa memicu keresahan warga,” tambahnya.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak melibatkan anak dalam konflik keluarga.

“Persoalan rumah tangga perlu penyelesaian dewasa, bermartabat, berlandaskan hukum. Anak wajib terlindungi dari tekanan emosional,” tegasnya.

Baca juga:  Penyelundupan Barang Peternakan Asal Filipina Digagalkan, Kodaeral VIII Manado Selamatkan Potensi Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bitung, Abdul Natip Anggai, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat serius mengenai perlindungan kelompok rentan.

“Ancaman terhadap anak, baik fisik maupun psikis, membawa konsekuensi hukum berat. Kepolisian berkomitmen memberi perlindungan maksimal serta penegakan hukum tegas,” ungkap Abdul Natip.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor apabila menemukan potensi kekerasan dalam lingkungan keluarga.

“Laporan cepat berperan besar dalam mencegah tragedi serta menjaga masa depan generasi muda,” ujarnya.

Kasus tersebut menjadi cerminan penting bahwa konflik rumah tangga memerlukan penyelesaian bijak, beretika, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Keberhasilan aparat menggagalkan dugaan pengancaman tersebut memperlihatkan kehadiran negara melalui Polri sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat.

Melalui respons cepat, kerja profesional, pendekatan kemanusiaan, satu nyawa kecil berhasil terselamatkan dari ancaman serius. Peristiwa tersebut sekaligus memperkuat komitmen aparat menjaga keamanan keluarga serta masa depan generasi bangsa.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *