Narsum Pada Program RPK 96.3 FM, Turangan; Siapa Yang Banyak Menikmati MBG..??

Nasional7 Views

JAKARTA, TI – RPK 96.3 FM – Pewarna, kembali hadir dengan program andalan mereka yakni Phenomena Social Obsesi RPK FM.

Dan pada Senin 2 Maret 2026, menghadirkan dua (2) narasumber, yakni Ketua Umum DPP LSM-AMTI Tommy Turangan SH, dan Sekretaris PEWARNA DKI Jakarta , Suwidodo.

Acara yang tayang di RPK 96.3 FM tersebut akan dipandu oleh Host, Thony Ermando.

Program Phenomena Social Obsesi RPK FM, mengangkat tema; Makan Bergizi Gratis: Sehat, Enak, Tanpa Bayar!, Siapa Yang Banyak Menikmati?

Tommy Turangan SH, selaku Ketua Umum DPP LSM-AMTI, menyoroti program MBG yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto.

Dimana, dikatakan Turangan bahwa program yang cukup banyak menguras APBN tersebut masih banyak yang dikeluhkan publik.

Dengan label makanan bergizi gratis, Turangan mempertanyakan, apakah program tersebut sudah menyentuh langsung semua siswa dan murid yang menjadi prioritas manfaat MBG tersebut..?

Baca juga:  AMTI Semprot Pernyataan Menteri HAM, Turangan; MBG Sebaiknya Diganti Uang Tunai, Lebih Efektif Dan Efisien

Tak hanya itu saja, makan bergizi gratis (MBG) apakah dijamin sudah benar-benar sehat,? Enak dan disukai para siswa.?

Berbagai pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Tommy Turangan SH, mengingat program dengan anggaran fantastis tersebut, menurutnya belum benar-benar memiliki asas manfaat, dikarenakan masih banyak dapur-dapur MBG yang menerima kembali menu dari sekolah yang tak dimakan oleh siswa.

Dan hal yang paling disorot oleh Turangan yakni, siapa yang banyak menikmati dari program MBG tersebut.?
Hal tersebut menjadi pertanyaan besar publik, karena tak jarang yang mengelola MBG adalah mereka ‘orang-orang besar‘ yang tentunya meraup keuntungan besar dari usaha dapur MBG.

Baca juga:  Jelang Peringatan Hari Anti Korupsi, AMTI; KPK, Kejagung Dan Polri, Tuntaskan Kasus-kasus Yang Dilaporkan Oleh Penggiat Anti Korupsi

Maka dari itu, program MBG ini menurut Turangan harus kembali dievaluasi pengelolaan dan pelaksanaannya, karena anggaran yang cukup besar dari APBN, paling banyak terserap untuk belanja pegawai atau para SPPG (pekerja dapur MBG), sewa tempat, dan operasional, serta belanja bahan.

“Akan lebih efisien dan efektif apabila program MBG diganti dengan uang tunai yang diberikan langsung ke orang tua siswa, dimana para orang tua yang nantinya akan mengelola makanan yang menunya disukai oleh siswa, tentunya dengan standar gizi yang diberlakukan,” ujar Turangan.

“Selain itu juga, dengan diganti uang tunai maka tidak akan ada lagi sewa gedung (dapur) dan sewa para pekerja dan operasional dapur MBG, ini lebih hemat biaya,” kata Turangan. (T2)*

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *