Skandal RS Husada Bunda, Keluarga Pasien Dipaksa Klarifikasi dan Minta Maaf!

KAMPAR, RIAU3 Views

 

Kampar, Transparansiindonesia.co.id Polemik pelayanan di RS Husada Bunda kembali memanas. Kali ini, Direktur rumah sakit tersebut diduga melakukan tekanan terhadap keluarga pasien yang sebelumnya menyampaikan keluhan pelayanan melalui media dan media sosial.

Suami pasien berinisial AF mengungkapkan, dirinya merasa dipaksa untuk membuat klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara tertulis dan mempublikasikannya di media cetak seperti Riau Pos dan Tribun, menyusul viralnya pemberitaan terkait pelayanan medis di rumah sakit tersebut.

“Kami diminta untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf, bahkan harus dipublikasikan di media. Kalau tidak, kami disebut akan dilaporkan ke pihak berwajib,” ujar AF kepada awak media.selasa, 07/04/2026.

Sebelumnya, AF menyampaikan kekecewaannya atas pelayanan yang diterima istrinya saat hendak melahirkan di RS Husada Bunda. Ia menilai pelayanan tenaga medis saat itu tidak maksimal dan terkesan tidak transparan.

Dalam keterangannya, AF menceritakan situasi mencekam saat istrinya dalam kondisi akan melahirkan. Ia sempat menanyakan keberadaan dokter yang menangani istri kepada perawat, namun mendapat jawaban bahwa dokter tidak masuk. Tak lama kemudian, dokter yang dimaksud justru tiba di lokasi.

Baca juga:  Warga Desa Tanjung Alai Protes Kepala Desa Zulfan Alwi, Diduga Lengelolaan Dana Desa Tidak Transparan

“Kami sangat cemas waktu itu. Saya tanya dokter, katanya tidak masuk. Tapi tiba-tiba dokter datang. Ini membuat kami bingung dan kecewa,” ungkapnya.

AF juga menyoroti penggunaan BPJS Kesehatan kelas 1 yang selama ini rutin dibayarnya, namun menurutnya tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima.

“Kami bayar iuran tiap bulan, tapi pelayanan yang kami dapat tidak maksimal. Bahkan saat proses persalinan, terjadi hal yang tidak kami harapkan,” tambahnya.

Keluhan tersebut kemudian disampaikan kepada media dan viral di berbagai platform, termasuk media sosial TikTok. Namun, pasca viralnya pemberitaan, AF mengaku didatangi langsung oleh Direktur RS Husada Bunda ke rumah mertuanya di wilayah Kuok, Kabupaten Kampar.

Datang nya direktur RS Husada bunda itu kerumah istri saya ingin bertemu langsung dengan saya namun saya tidak ada di rumah lalu Direktur Husada bunda itu menghubungi saya melalui telepon washap Dalam pembicaraan itu, menurut AF, Direktur mempertanyakan alasan dirinya menyampaikan keluhan ke media. AF pun menjelaskan bahwa apa yang disampaikan merupakan kondisi nyata yang dialami keluarganya.

Baca juga:  Ratusan Masa Geruduk Galian C Milik Handoko di Desa Sungai Jalau

“Saya hanya menyampaikan apa yang kami rasakan sebagai pasien. Itu hak kami,” tegasnya.

AF juga menyebut diduga bahwa Direktur rumah sakit sempat mengeluarkan pernyataan bernada ancaman terkait pelaporan hukum jika dirinya tidak mengikuti permintaan klarifikasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Husada Bunda belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tekanan terhadap keluarga pasien tersebut.

Kasus ini pun menuai perhatian publik dan memicu pertanyaan besar terkait transparansi serta perlindungan hak pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *