Minsel, transparansiindonesia.co.id – Gelombang kedua pelaksanaan tes kemampuan akademik jenjang sekolah menengah pertama dan sederajat dilaksanakan selama dua hari yakni Rabu-Kamis, 8-9 April 2026.
Pada gelombang kedua pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) diikuti oleh dua sekolah menengah pertama yang ada di Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan.
Dua sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Maesaan dan SMP Negeri 2 Maesaan, yang menggelar TKA online secara mandiri.
Dari dua sekolah tersebut, ada sebanyak 75 siswa kelas IX (Sembilan) yang mengikuti TKA yang terbagi masing-masing 60 siswa di SMPN 1 Maesaan dan 15 siswa di SMPN 2 Maesaan.
SMP Negeri 1 Maesaan yang terletak di desa Tambelang, dipimpin oleh kepala sekolah Kelly Kenny Ombeng S.Pd.
Dalam penjelasannya, Kepsek Kelly Ombeng menyampaikan bahwa dengan jumlah 60 siswa yang mengikuti TKA, sehingga dibagi menjadi tiga sesi.
“SMP Negeri 1 Maesaan dalam pelaksanaan TKA tahun ajaran 2025/2026 diikuti oleh sebanyak 60 siswa, dan dalam pelaksanaannya dibagi menjadi tiga sesi”, jelas Kenny Ombeng.
Sementara SMP Negeri 2 Maesaan yang terletak di desa Temboan dipimpin oleh kepala sekolah Virna Tangkere S.Pd., MM.
Dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang maka pelaksanaan TKA di SMPN 2 Maesaan dibagi menjadi dua sesi.
Hal tersebut dikarenakan ketersediaan sarana penunjang yang belum cukup seperti laptop sehingga digelar dua sesi.
“Jumlah siswa yang mengikuti TKA di SMPN 2 Maesaan sebanyak 15 siswa, dan pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi dikarenakan ketersediaan alat penunjang seperti laptop yang belum bisa mengcover 15 siswa,” ujarnya.
Dari pantauan awak media ini di dua sekolah tersebut, terlihat pelaksanaan TKA berjalan dengan baik dan lancar hingga di hari kedua pelaksanaan TKA digelombang kedua.
Ada hal menarik terjadi di SMPN 2 Maesaan dan menjadi surprise bagi kepala sekolah Virna Tangkere.
Dimana, tanpa sepengetahuan kepsek Virna Tangkere ternyata para guru telah mempersiapkan kejutan bagi dirinya yang ternyata berhari ulang tahun pada tanggal 9 April 2026.
Pada momen tersebut, kepsek Virna Tangkere sempat menitikkan air mata keharuan mendapatkan kejutan dari para guru di momen HUT yang ke-55.
Dengan selesainya pelaksanaan TKA di dua sekolah tersebut yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Maesaan, para siswa selanjutnya akan diperhadapkan dengan ujian akhir sekolah untuk menentukan kelulusan siswa kelas IX.
Selanjutnya, dua kepala sekolah baik itu Kepsek Kelly Kenny Ombeng maupun kepsek Virna Tangkere terus mendorong para siswa untuk rajin dan konsisten belajar dengan fokus pada persiapan menghadapi ujian akhir sekolah.
Secara keseluruhan, pelaksanaan tes kemampuan akademik berjalan dengan baik dan lancar, semua siswa yang terdaftar mengikuti TKA dengan baik.
Dihari kedua gelombang kedua pelaksanaan TKA yang ada di SMPN 2 Maesaan dan SMPN 1 Maesaan mendapat kunjungan dari pengawas bina sekolah yakni Stevanie Toar S.Pd.
Tes Kemampuan Akademik (TKA), merupakan asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik siswa (SD-SMA) secara objektif, seringkali mencakup literasi bahasa Indonesia dan matematika.
TKA tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan, namun hasilnya digunakan untuk seleksi ke jenjang berikutnya, bukan sebagai pengganti Ujian Nasional.
Tes kemampuan akademik bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir, penalaran, dan pemahaman akademik murid untuk memberikan data objektif dibandingkan nilai rapor sekolah.
Dan materi Uji dalam pelaksanaan TKA di jenjang pendidikan SMP dan sederajat yakni fokus pada mata pelajaran dasar seperti Bahasa Indonesia dan Matematika.
TKA bersifat sukarela yang artinya tidak wajib diikuti sehingga tidak ada konsekuensi kelulusan bagi yang tidak ikut. Namun dianjurkan mengikuti TKA sebagai nilai tambah seleksi.
Tes kemampuan akademik sering dilaksanakan untuk siswa tingkat akhir (kelas 6 SD, 9 SMP, 12 SMA) yang merupakan sebagai bahan pertimbangan seleksi masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Tes kemampuan akademik berfungsi sebagai alat ukur objektif untuk pemetaan mutu pendidikan dan seleksi akademik. (Hen)*
