“Jalur prestasi jadi andalan, ratusan siswa SMA Negeri 9 Manado siap bersaing masuk PTN”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, PENDIDIKAN,- Komitmen SMA Negeri 9 Manado dalam mengantarkan peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, kembali ditunjukkan melalui kesiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.
Sebanyak 330 siswa kelas XII yang memenuhi kriteria eligible telah dirampungkan proses pendaftarannya melalui mekanisme daring dan manual pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kepala SMA Negeri 9 Manado, Hendra Masie, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa seluruh tahapan pendaftaran dilakukan secara terencana, tertib, serta mengacu pada ketentuan nasional yang ditetapkan oleh panitia seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada sejumlah media saat ditemui di lingkungan sekolah pada Senin, (26/1/26) kemarin, menyusul batas akhir pendaftaran SNBP yang dijadwalkan berakhir pada awal Februari 2026.
Hendra menjelaskan bahwa jalur SNBP menitikberatkan penilaian pada rekam akademik peserta didik selama menempuh pendidikan di SMA, yang tercermin melalui nilai rapor dari semester awal hingga semester akhir.

Oleh sebab itu, keakuratan data akademik menjadi aspek krusial dalam proses pendaftaran.
“Sebanyak 297 siswa berhasil didaftarkan melalui sistem online, sementara 33 siswa lainnya didaftarkan secara manual. Mekanisme manual dilakukan karena sistem daring membatasi jumlah pendaftar maksimal 300 peserta,” ungkap Hendra.
Sebagai sekolah dengan predikat Akreditasi A Unggul, SMA Negeri 9 Manado memperoleh kuota 40 persen dari total siswa kelas XII untuk mengikuti SNBP.
Kuota tersebut dimanfaatkan secara optimal dengan harapan dapat meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi negeri favorit.
Hendra Masie menegaskan optimisme pihak sekolah tidak lepas dari capaian tahun sebelumnya. Pada SNBP tahun 2025, tercatat 104 siswa SMA Negeri 9 Manado berhasil lolos dan diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Indonesia.
“Melihat konsistensi prestasi akademik siswa, kami yakin peluang tahun 2026 dapat melampaui capaian sebelumnya,” kata Hendra.
Walau optimisme tinggi, pihak sekolah memilih tidak memasang target angka kelulusan secara spesifik. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa tetap fokus menjaga performa akademik tanpa tekanan berlebihan.
Selain jalur SNBP, SMA Negeri 9 Manado juga mencatat capaian membanggakan pada jalur pendidikan alternatif. Berdasarkan data sekolah, puluhan siswa kelas XII telah lebih dahulu diterima melalui jalur mandiri di sejumlah Perguruan Tinggi Swasta unggulan dalam negeri serta perguruan tinggi luar negeri.
Hendra Masie menyampaikan bahwa mayoritas siswa yang telah mengamankan kursi di PTS dan perguruan tinggi luar negeri berasal dari kelompok siswa berprestasi dengan peringkat akademik terbaik di sekolah.
“Sebagian siswa memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan rencana masa depan masing-masing. Ada yang memilih PTS karena program studi tertentu, ada pula yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ujar Hendra, yang juga dikenal sebagai pelatih olahraga Muanthai berprestasi di Sulawesi Utara.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa siswa yang telah diterima di PTS dan perguruan tinggi luar negeri bukan termasuk kategori siswa eligible SNBP. Keputusan melanjutkan studi ke jalur non-PTN sepenuhnya merupakan hak siswa bersama orang tua.
“Sekolah tidak memiliki kewenangan untuk membatasi pilihan tersebut. Peran sekolah adalah mendukung serta memfasilitasi sesuai kemampuan,” tambah Hendra.
Pada kesempatan yang sama, Hendra Masie kembali mengingatkan pentingnya komitmen siswa eligible yang telah dinyatakan lulus melalui jalur SNBP agar tidak mengundurkan diri setelah pengumuman kelulusan.
Menurutnya, pengunduran diri siswa yang telah diterima di PTN dapat berdampak langsung pada evaluasi kuota SNBP sekolah asal pada tahun berikutnya, termasuk potensi penurunan jumlah siswa eligible yang dapat diusulkan.
“Sekolah telah melakukan pertemuan bersama siswa dan orang tua untuk menyampaikan konsekuensi tersebut. Jika telah diterima, terutama pada program studi strategis seperti Kedokteran, diharapkan keputusan melanjutkan pendidikan tidak dibatalkan,” tegas Hendra, yang juga menjabat Sekretaris I KONI Sulawesi Utara.
Optimisme juga datang dari kalangan siswa. Sejumlah siswa eligible SMA Negeri 9 Manado menyatakan keyakinan dapat lolos seleksi SNBP berkat konsistensi nilai rapor sejak awal masa pendidikan.
Seorang siswa yang bercita-cita menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran mengungkapkan bahwa persiapan akademik telah dilakukan secara maksimal.
“Nilai rapor selalu dijaga sejak semester awal. Jika dinyatakan lulus melalui SNBP, rencana kuliah akan tetap dijalankan tanpa mengundurkan diri,” ungkap siswa tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy Suluh, M.Si., dalam rapat koordinasi bersama para kepala SMA, SMK, dan SLB di Aula Dinas Pendidikan Daerah, menekankan pentingnya ketepatan waktu pendaftaran siswa eligible SNBP.
Kadis Dikda mengingatkan agar seluruh satuan pendidikan tidak mengulangi keterlambatan pendaftaran seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya. Pendaftaran SNBP wajib diselesaikan sesuai jadwal nasional demi menjamin hak siswa.
“Proses pendaftaran harus segera dirampungkan sebelum penutupan awal Februari 2026 agar tidak merugikan peserta didik,” tegas Femmy Suluh.
Berdasarkan pantauan awak media, sejumlah SMA di wilayah Sulawesi Utara masih terus melakukan finalisasi data pendaftaran hingga mendekati batas akhir yang telah ditetapkan panitia nasional.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
